Kelompok Pedagang Soroti Mahalnya 5 Komoditas Ini, Daging Sapi Sudah Tembus Rp 150 Ribu

Selain bawang merah, Abdul mengatakan bahwa stok gula pasir juga mulai sulit ditemui di pasar.

Bima Putra/TribunJakarta.com
Tampak pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (4/4/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyoroti sejumlah komoditas yang harganya masih mahal di pasar hingga pertengahan bulan Ramadan ini.

Komoditas tersebut, meliputi minyak goreng, bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan juga daging sapi.

Wasekjend Penguatan Pangan & Distribusi Pangan IKAPPI Abdul Sutri Atmojati merincikan, beberapa komoditas tersebut memiliki harga yang cukup tinggi dan rawan kelangkaan selama Ramadan.

"Minyak goreng curah kami mendapati harga Rp 20 ribu. Minyak goreng ini mempunyai banyak faktor pendukungnya sehingga harganya masih diatas harga eceran tertinggi. Disparitas harga yang cukup tinggi dengan minyak goreng kemasan, membuat banyak pihak bermain untuk menaikkan harga minyak goreng curah," kata Abdul, Selasa (19/4/2022).

Berdasarkan data IKAPPI, untuk harga eceran minyak goreng curah saat ini masih berada di rata-rata Rp 20 ribu perliternya.

Baca juga: Dirjen Perdagangan Tersangka, Ini Dosanya yang Buat Minyak Goreng Langka dan Mahal di Indonesia

Sedangkan untuk harga bawang merah, berada dikisaran Rp 39 ribu hingga Rp 40 ribuan. Dikatakan, untuk stok bawang merah di pasaran kini juga tidak banyak.

"Bawang putih, walaupun bawang putih impor tetapi beberapa komoditas ini masih sulit ditemui di pasar, atau harganya masih relatif tinggi. Harga eceran tertinggi dibawah harga Rp 30 ribu, tetapi harga dipasaran sudah mencapai Rp 34.500," imbuhnya.

Pembeli saat berbelanja minyak goreng kemasan di Pasar Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (25/11/2021).
Pembeli saat berbelanja minyak goreng kemasan di Pasar Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (25/11/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Selain bawang merah, Abdul mengatakan bahwa stok gula pasir juga mulai sulit ditemui di pasar.

Hal ini disebabkan karena musim giling yang terjadi pada periode bulan Mei, sehingga stok gula pasir pun kini belum bisa ditemui di pasar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved