Lebaran 2022

Kalayang Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi Lagi, dari Terminal 1 ke Terminal 3 Cuma 13 Menit

Setelah mati suri selama dua tahun, Automated People Mover System (APMS) atau Kalayang kembali beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Setelah mati suri selama dua tahun, Automated People Mover System (APMS) atau Kalayang kembali beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta mulai Senin (25/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Setelah mati suri selama dua tahun, Automated People Mover System (APMS) atau Kalayang kembali beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta mulai Senin (25/4/2022).

Moda transportasi itu menghubungkan Terminal 1, Shelter Integrated Building (Stasiun KA Bandara), Terminal 2 dan Terminal 3.

Rencananya, kalayang akan beroperasi selama Angkutan Lebaran 2022 atau mulai hari ini 25 April - 10 Mei 2022 mendatang.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi mengatakan, pengoperasian kembali Kalayang untuk mendukung operasi angkutan lebaran khususnya melayani perpindahan pengguna jasa antar terminal.

"Kita sudah mencoba sendiri semua fasilitas, semua sistem baik kelistrikan maupun signaling ini berjalan dengan baik," kata Agus saat ditemui di Shelter Integrated Building APMS Bandara Soetta, Senin (25/4/2022).

Baca juga: H-7 Lebaran, Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta Masih Lengang

Menurutnya, konsep operasional Kalayang saat ini sama dengan pada saat sebelum Covid-19.

Di mana, waktu antara (headway) untuk melintasi seluruh Shelter hanya 13 menit.

Setelah mati suri selama dua tahun, Automated People Mover System (APMS) atau Kalayang kembali beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta mulai Senin (25/4/2022).
Setelah mati suri selama dua tahun, Automated People Mover System (APMS) atau Kalayang kembali beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta mulai Senin (25/4/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Artinya dari titik pemberangkatan yang sama sampai dengan pemberangkatan terakhir ini 13 menit, kemudian lintasannya juga sama, jadi terminal 1 kemudian stasiun kereta, terminal 2, terminal 3 dan sebaliknya," papar Agus.

"Sementara waktu tunggu di titik setiap pemberhentian (shelter) itu satu menit," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved