Lebaran 2022
Meningkat 223 Persen, Bakal Ada 29.182 Pergerakan Pesawat Terbang Saat Lebaran 2022
AirNav Indonesia meramalkan lonjakan penumpang pesawat terbang pada angkutan Lebaran 2022 akan meningkat sampai 223 persen dibanding 2021.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - AirNav Indonesia meramalkan lonjakan penumpang pesawat terbang pada angkutan Lebaran 2022 akan meningkat sampai 223 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Polana Banguningsih Pramesti mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan segala operasional dan fasilitas secara maksimal.
"Fokus kami satu, keselamatan penerbangan, yang dalam hal ini merupakan satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan antara keselamatan pesawat udara, penumpang, dan operasional penerbangan itu sendiri," kata Polana dalam keterangannya, Kamis (27/4/2022).
AirNav Indonesia pun bersinergi dengan seluruh stakeholder penerbangan untuk mewujudkan perjalanan udara yang selamat selama periode angkutan udara Lebaran yang dimulai tanggal 25 April 2022 hingga tanggal 10 Mei 2022 mendatang.
Hal tersebut sesuai dengan Rencana Operasi Angkutan Udara Lebaran Tahun 2022 yang dikoordinir oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan menggelar posko monitoring di 50 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca juga: Penumpang Mudik Semakin Banyak, Bandara Soekarno-Hatta Tambah 720 Penerbangan Tambahan
"Diprediksi, sebanyak total 29.182 pergerakan pesawat udara akan menghiasi langit Indonesia pada periode angkutan Lebaran tahun 2022 ini," terang Polana.
Lalu puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 30 April 2022, dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada tanggal 8 Mei 2022.
Selain melayani penerbangan reguler atau berjadwal, AirNav juga akan melayani total 928 sembilan ratus dua puluh delapan penerbangan tambahan alias extra flight

"Jumlah tersebut didominasi oleh pergerakan dari dan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta, yaitu sebanyak 423 extra flight," tutur Polana.
Polana menerangkan, periode Lebaran tahun 2022 ini memiliki tantangan tersendiri bagi AirNav Indonesia.
Hal tersebut dikarenakan tahun ini merupakan tahun pertama pergerakan perjalanan mudik masyarakat diperbolehkan sejak Indonesia dilanda pandemi Covid-19 pada awal tahun 2019.
Baca juga: Penumpang Pesawat Domestik Berumur 18 Tahun Ke Bawah Masih Wajib Bawa Keterangan Negatif Covid-19
Sehingga prediksi lonjakan lalu lintas penerbangan cukup signifikan, yaitu mencapai angka 223 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 lalu.
"Secara year on year, prediksi kenaikan jumlah traffic pada periode angkutan udara Lebaran tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu memang signifikan, yaitu mencapai 239 persen," terang Polana.
Namun, jika dibandingkan dengan tren pergerakan pesawat selama bulan Maret 2022 berdasarkan rata-rata harian, kenaikan selama Lebaran tahun ini sekira 50 persen.