Cerita Kriminal

Gegara Ayam Dimakan Kucing, Suami Sampai Tega Habisi Nyawa dan Bakar Istri Lalu Buat Sandiwara

Hanya gegara ayam peliharaannya dimakan kucing menjadi awal permasalahan seorang suami sampai tega mengabisi nyawa dan membakar sang istri.

Editor: Elga H Putra
Tribun Medan
Ilustrasi Kandang Ayam. Hanya gegara ayam peliharaannya dimakan kucing menjadi awal permasalahan seorang suami sampai tega mengabisi nyawa dan membakar sang istri. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KUPANG - Hanya gegara ayam peliharaannya dimakan kucing menjadi awal permasalahan seorang suami sampai tega mengabisi nyawa dan membakar sang istri.

Tak berhenti di situ, pelaku juga sampai membuat sandiwara yang merekayasa seolah sang istri melarikan diri.

Siasat licik itu dilakukan seorang pria di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Imanuel Nau.

Warga RT 23, RW 09, Dusun IV, Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, itu menghabisi nyawa lalu membakar istrinya, Yosina Selan (60), pada Minggu 17 April menggunakan sebatang kayu di kebun mereka.

"Setelah korban dianiaya hingga tewas, pelaku mengambil daun gewang dan kayu kering di sekitar kebun untuk menutup tubuh korban dan membakarnya," kata Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda Maks Tameno kepada Kompas.com, Selasa (3/5/202).

Baca juga: Habisi Istri Gara-gara Masalah Ayam, Suami di NTT Bikin Skenario Bak Korban Pergi dari Rumah

Jenazah Yosina lanjut Maks, dibakar hingga hangus sekitar 80 persen.

Bagian jenazah yang tidak terbakar kemudian diambil, dan dipindahkan pelaku sekitar 50 meter, tepatnya di bawah pohon kabesak (pilang) yang masih dalam kompleks kebun.

Pada malam harinya, sisa jenazah korban, dipindahkan lagi keluar dari pagar kebun sekitar 25 meter dan disimpan di bawah pohon mangga.

Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi (Tribunnews.com)

Tiga hari kemudian atau 20 April 2022, pelaku datang mengecek jenazah istrinya yang hanya tersisa tulang paha dan pinggul.

"Kemudian pelaku mengambil sisa tulang tersebut dan dibuang ke dalam sumur kering yang jaraknya sekitar 20 meter.

Sumur tersebut berukuran lebar bibir sumur 180 sentimeter, dalam 280 sentimeter dan ditutup dengan pelepah gewang," kata dia.

Setelah itu, pelaku memberitahukan kepada keluarganya, kalau korban meninggalkan rumah dan pergi ke rumah orangtuanya di Desa Oehela, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Orangtua korban yang dihubungi, tak mengetahui keberadaan korban.

Keluarga besar pelaku dan korban, memutuskan mencari korban di seputaran Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan.

Baca juga: Perkara Ngantuk, Berkah Rugi Rp 3 Juta Gegara Mobilnya Tabrak Pembatas Tol Tangerang-Merak

"Bahkan ketika mereka bersama-sama mencari korban, pelaku juga ikut terlibat pencarian," kata Maks.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved