Hepatitis Akut di Jabodetabek

Anak Usia 1 dan 10 Tahun di Jakarta Timur Meninggal Akibat Hepatitis Akut

Pemkot Jakarta Timur mengimbau siswa yang mempunyai gejala tersebut tidak masuk sekolah dan segera melaporkan ke Puskesmas.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar saat mendatangi kantor Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Senin (11/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Dua anak warga Jakarta Timur yang terinfeksi hepatitis akut meninggal sewaktu menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, mengatakan kedua anak meninggal di RSCM akibat hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya tersebut berusia 1 tahun dan 10 tahun.

"Usia 1 tahun dan 10 tahun, keduanya meninggal. Untuk diagnosa pasti ada di RSCM. Kedua kasus tersebut dirujuk dari RSUD Kramat Jati ke RSCM," kata Anwar saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (13/5/2022).

Berdasar data Sudin Kesehatan Jakarta Timur dari dua kasus anak itu satu di antaranya bukan kasus hepatitis misterius, sementara satu masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. 

Guna mencegah kasus serupa, Anwar menuturkan pihaknya sudah melakukan surveilans atau pengawasan secara aktif dari data laporan Puskesmas Kecamatan dan RS di Jakarta Timur.

Baca juga: Wagub Ariza Umumkan Ada 14 Kasus Hepatitis Akut Misterius di Jakarta

Pihaknya juga menggencarkan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada warga untuk mencegah penularan hepatitis akut, khususnya terhadap anak hingga ke lingkungan sekolah.

"Memonitoring peserta didik terkait Gejala gejala hepatitis akut. Gejala awal mual, muntah, diare berat, demam ringan," ujar Anwar merujuk data Sudin Kesehatan Jakarta Timur.

Sementara untuk gejala lanjut hepatitis akut di antaranya air kencing berwarna pekat seperti teh, dan BAB berwarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning,  kejang dan kesadaran menurun.

Pemkot Jakarta Timur mengimbau siswa yang mempunyai gejala tersebut tidak masuk sekolah dan segera melaporkan ke Puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan medis.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved