Kampung Nelayan di Marunda Kepu Cilincing Dilanda Krisis Air Bersih
Permukiman Kampung Nelayan di Jalan Marunda Kepu, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dilanda krisis air bersih.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Permukiman Kampung Nelayan di Jalan Marunda Kepu, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dilanda krisis air bersih.
Warga yang kebanyakan bekerja sebagai nelayan di sana sudah sebulan terakhir sulit mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pengurus RT 08 Kelurahan Marunda, Ajid mengatakan, kondisi krisis air bersih ini sudah terjadi sejak April 2022 lalu.
"Krisis air bersihnya terlalu parah ini, karena dari 24 April itu air sudah nggak ada, sudah mati," kata Ajid saat ditemui TribunJakarta.com di lokasi, Senin (16/5/2022).
Ajid menuturkan, aliran air bersih di permukiman Marunda Kepu selama ini disalurkan PT Aetra Air Jakarta.
Baca juga: Warga Pesisir Kampung Nelayan Cilincing Dapat Ilmu Kreatif Kelola Sampah Plastik
Akan tetapi, selama sekitar sebulan belakangan ini air sama sekali tidak mengalir di dua RT tempat 400 kepala keluarga bermukim.
"Yang terdampak itu RT 08 dan RT 09, wilayah RW 07 Kelurahan Marunda. Kurang lebih 200 KK lah masing-masing RT," kata Ajid.
Pengurus RT, lanjut Ajid, sebenarnya sudah mengajukan komplain ke PT Aetra terkait krisis air bersih ini.
Namun, komplain dan pertanyaan warga soal tidak mengalirnya air bersih tidak mendapat jawaban yang jelas.
"Saya sih pengennya dari Aetra cepet ngurusin air ini, cepet berjalan lagi. Sementara warga tahunya komplainnya ke RT, bukan ke Aetra-nya," sambung Ajid.
Baca juga: 12 Rumah dan 3 Perahu Hangus Terbakar di Kampung Nelayan Cilincing, Kerugian Ratusan Juta Rupiah
Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, warga terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air dari penyedia di kawasan Bulak Turi, Kabupaten Bekasi.
Tak jarang warga harus merogoh kocek sampai Rp 30 ribu per hari hanya untuk mendapatkan air bersih yang sudah sebulan langka.
Sementara itu, pada dua hari belakangan, tepatnya Sabtu (14/5/2022) dan Minggu (15/5/2022) kemarin, warga bisa sedikit bernafas lega setelah menerima bantuan air bersih.
Menurut Ajid, ada seorang dermawan yang mengirimkan tiga truk air bersih ke Marunda Kepu pada Sabtu, kemudian disusul enam truk tambahan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pada hari Minggunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/warga-berebutan-mendapatkan-air-bersih-di-permukiman-kampung-nelayan-Marunda.jpg)