Hepatitis Akut di Jabodetabek

Waspada Hepatitis Akut, Wali Kota Tangerang Minta Perketat Protokol Kesehatan saat PTM

Arief juga mengintruksikan kepada para camat se-Kota Tangerang untuk segera mensosialisasikan waspadanya terkait penyakit Hepatitis akut ini

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos aka Abdul Qodir
ist/kompas.com
Ilustrasi pasien hepatitis akut misterius 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dinas Kesehatan Kota Tangerang kembali menggencarkan kewaspadaan di wilayahnya terhadap hepatitis akut misterius yang mulai menyerang anak-anak di Indonesia.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang menggelar sosialisasi kepada camat se-Kota Tangerang secara virtual mengenai Hepatitis ini.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, mengatakan, beberapa waktu lalu badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) telah memberikan peringatan kepada masyarakat Indonesia terkait temuan penyakit Hepatitis akut misterius ini.

Penyakit itu cukup membahayakan masyarakat dunia, khususnya pada anak-anak.

"Penyakit Hepatitis ini menjadi kewaspadaan baru dan perlu perhatian semua pihak, terlebih dilaporkan sudah ada tiga asus di Indonesia yang diduga terjangkit Hepatitis yang belum diketahui penyebabnya," ucap Arief dalam keterangannya, Selasa (17/5/2022).

Arief mengimbau kepada semua pihak, pengawasan terhadap anak-anak yang melakukan sekolah tatap muka lebih diperketat lagi, terutama lingkungan pesantren yang kini mulai kegiatan belajar-mengajar secara normal.

Baca juga: Tips Agar Anak Terhindar dari Infeksi Hepatitis Akut, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Baca juga: Selain 21 Kasus Hepatitis Akut Misterius, Ternyata Ada 24 Kasus Baru Gejala Hepatitis di Jakarta

"Para kepala sekolah, kepala pesantren serta para guru di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kewaspadaannya, terapkan peraturan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah," papar Arief.

Arief juga mengintruksikan kepada para camat se-Kota Tangerang untuk segera mensosialisasikan waspadanya terkait penyakit Hepatitis akut ini di lingkungan masing-masing.

"Lakukan langkah preventif di segala lini terkait menjaga kebersihan dan pola hidup bersih di tengah masyarakat, karena pola hidup bersih dan sehat menjadi salah satu tindakan preventif yang bisa kita lakukan sejak dini," ujar Arief.

Ilustrasi hepatitis akut.
Ilustrasi hepatitis akut. (Tribun Bali)

Ia berharap semua pihak bisa saling bahu-membahu dan terus saling menguatkan satu sama lain, terutama lebih waspada terhadap penyakit Hepatitis akut ini.

Baca juga: Cegah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Warga Diimbau Olah Daging Sapi dengan Tepat

"Saya harap sosialisasi ini bisa menjadi tahap awal pencegahan yang kita lakukan, khususnya yang terlibat langsung dengan kehidupan anak-anak mulai dari rumah hingga sekolah serta lingkungan sekitar," tuntas Arief.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved