Penjabat Pengganti Anies Baswedan

Soal Pj Gubernur DKI, Anggota DPRD DKI Kenneth: Kasetpers Heru Budi Kuasai Jakarta dan Nasional

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menyampaikan pandangannya.

Istimewa
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, Sabtu (21/5/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Setidaknya ada tiga nama yang paling santer disebut bakal menjadi penjabat Gubernur DKI Jakarta seiring lengsernya Anies Baswedan pada 16 Oktober 2022 mendatang.

Ketiga nama itu adalah Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono; Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali; dan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Juri Ardiantoro.

Penjabat akan bekerja sampai Pilkada serentajk pada November 2024 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menyampaikan pandangannya.

Menurut Kenneth, Heru Budi Hartono lebih menonjol dan memahami permasalahan di ibu kota dibandingkan dua nama lainnya.

Baca juga: Peluang Kapolda Metro Jadi Pj Gubernur Gantikan Anies, Taufik: Belum Pernah Jadi Penjabat di Jakarta

"Jika dilihat dari syarat dan karakter yang layak untuk mengisi jabatan tersebut ada di sosok Pak Heru Budi. Menurut saya Beliau sudah paket komplit, beliau sangat memahami tentang seluk beluk permasalahan di Jakarta," kata Kenneth dalam keterangannya, Sabtu (21/5/2022).

Menurut Kent, sapaan akrabnya, Heru Budi memiliki segudang pengalaman di lingkup birokrasi selama hampir seperempat abad di Jakarta, mulai dari Staf Khusus Wali Kota Jakarta Utara pada 1993, lalu menjadi Wali Kota Jakarta Utara, hingga menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta.

"Pengalaman Pak Heru Budi di lingkup birokrasi itu sudah melebihi kata cukup untuk menjadi PJ Gubernur DKI Jakarta. Rekam jejak beliau selama ini terbilang sangat baik. Apalagi saat di Jakarta beliau pernah mengusulkan larangan penggunaan kendaraan pribadi setiap Jumat pekan pertama untuk SKPD DKI, dan itu berhasil," tutur Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Menurut Kent, pria kelahiran Medan, 13 Desember 1965 itu juga memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo hal itu merupakan suatu poin keunggulan sendiri. Diketahui, Heru dekat dengan Jokowi sejak masih di DKI Jakarta hingga sampai dibawa ke Istana.

"Pak Heru Budi saat ini menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden, hal itu merupakan satu modal untuk Beliau. Beliau paham permasalahan tentang Jakarta, juga memahami permasalahan secara nasional," beber Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, Sabtu (21/5/2022).
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, Sabtu (21/5/2022).

Selain itu, sambung Kent, Heru Budi juga dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tidak pernah lelah dalam persoalan kebaikan masyarakat, seperti yang sudah dilakukannya ketika menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

"Menurut sepengetahuan saya, Beliau itu tipe pekerja keras, dan tidak banyak teori. Track record pengalamannya, saat menjadi Wali Kota Jakarta Utara yaitu beliau merevitalisasi Waduk Pluit. Dan yang terpenting, Pak Heru Budi harus bisa melanjutkan segala program yang sedang berjalan yang diteruskan dari Gubernur sebelumnya," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDIP DKI Jakarta itu.

Lalu, menurut Kent, untuk dua calon lainnya seperti Marullah Matali dan Juri Ardiantoro ada beberapa kekurangan jika untuk memimpin ibu kota untuk menggantikan Anies Baswedan, seperti kurangnya pemahaman soal DKI Jakarta, dan tidak ada prestasi yang menonjol.

"Untuk Pak Marullah, beliau belum memumpuni untuk memimpin DKI yang kurang dari pengalaman serta jaringan, dan juga belum ada prestasi yang menonjol saat menjabat Wali Kota Jaksel. Sedangkan Pak Juri hanya menguasai di bidang penyelenggara pemilu yang cukup lama ditekuninya sejak 2003 hingga 2017. Terakhir mengantikan almarhum Husni Kamil Manik menjadi Ketua KPU RI. Keduanya sangat jauh pengalaman dari Pak Heru Budi, yang lebih menguasai Jakarta dan Nasional," tutur Kent.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved