Covid-19 Mereda, Ini Cerita Nakes yang Berjuang Sejak Awal Pandemi: Sumpah Profesi Jadi Penguat

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 meninggalkan banyak cerita.

Editor: Elga H Putra
(Shutterstock/Eldar Nurkovic)
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pandemi Covid-19 saat ini sudah mereda.

Sejumlah aturan pun telah dilonggarkan oleh pemerintah.

Termasuk kini telah diperbolehkan masyarakat melepas masker di ruang terbuka.

Kendati begitu, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 meninggalkan banyak cerita.

Terutama bagi para tenaga kesehatan (nakes) yang setia berjuang di garda terdepan sejak awal pandemi Covid-19 hingga hari ini.

Baca juga: KABAR DUKA Eks Jubir Covid-19 Achmad Yurianto Meninggal Dunia, Sempat Dirawat karena Kanker Usus

Inilah cerita dari mereka.

Satu cerita berasal dari para nakes yang bertugas di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tak hanya tenaga, tapi waktu dan juga kesehatan telah dikorbankan oleh Christian Purba, dokter di RSPP Simprug.

Christian Purba dan Felly Chasandra selaku dokter Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan memegang bunga yang baru saja diberikan oleh Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), tanda apresiasi untuk nakes sudah berjuang jadi garda terdepan lawan pandemi Covid-19, Senin (22/5/2033) sore.
Christian Purba dan Felly Chasandra selaku dokter Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan memegang bunga yang baru saja diberikan oleh Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), tanda apresiasi untuk nakes sudah berjuang jadi garda terdepan lawan pandemi Covid-19, Senin (22/5/2033) sore. (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)

Selain banyak hal yang ia korbankan selama menjadi tembok terdepan melawan pandemi Covid-19. Ia pun tak absen merasakan terserang virus yang telah banyak memakan korban ini.

Namun, hal ini memang sudah jadi risiko pekerjaan bagi Christian.

"Itu sudah bagian dan risiko dari tanggung jawab kami juga. Korban tenaga karena khususnya kemaren gelombang satu dua tiga, itu benar-benar kita cukup banting tulang," cerita Christian dilansir dari Tribunnews, Senin (23/5/2022).

Melihat bagaimana hasil saat ini di mana pandemi sudah semakin berkurang dan negara Indonesia mulai masuk fase endemi, membuat Christian bersyukur sebab usaha dan kerja kerasnya bersama tim nakes mulai membuahkan hasil.

Senada, Felly Chasandra, seorang dokter yang juga bertugas di RSPP Simprug mengatakan sumpah dokter yang mereka pegang menjadi pengingat sekaligus penguat tujuan mereka mengabdi bagi masyarakat.

"Tentunya berkesan sekali karena Covid-19 ini kan hal yang baru bagi kita, terutama para nakes.

Baca juga: Bisa Atasi Berbagai Gejala Penyakit, Berikut 7 Manfaat Bawang Putih Buat Kesehatan

Jadi kalau untuk kita sih, karena memang sudah sumpah dokter untuk mengabdikan diri kita untuk kemanusiaan maka kita mengerjakannya dengan ikhlas," jelas Felly.

Felly juga menambahakan asingnya Covid-19 ini bagi nakes kala itu tentu membuat pihaknya kewalahan

"Sangat mendebarkan, karena Covid-19 hal baru. Itu virus enggak kelihatan, jadi kita harus pakai Alat Pelindung Diri (APD), harus pakai asmat, harus pakai masker N95. Itu sangat menyusahkan kita sih sebetulnya, karena kita pakai masker biasa saja kesusahan apalagi pakai N95," ujar Felly membagikan pengalamannya.

Mengingat kasus pandemi semakin menurun dan fase memasuki endemi semakin terlihat, tentu para nakes ini berharap agar tidak ada lagi kasus pandemi Covid-19 yang terjadi guna kehidupan seluruh elemen masyarakat kembali jadi lebih baik lagi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jadi Garda Paling Depan Hadapi Pandemi Covid-19, Tenaga Kesehatan RSPP: Banyak Hal Dikorbankan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved