Sederet Fakta Pamen Brimob "Ngamuk" Lepas 8 Kali Tembakan di Kompleks Polri Ragunan
X mengatakan, mulanya letusan tembakan di sekitar rumah oknum polisi itu terdengar sebanyak empat kali.
Penulis: Abdul Qodir | Editor: Acos Abdul Qodir
TRIBUNJAKARTA.COM - Suasana mencekam terjadi di Kompleks Polri, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sesaat terdengar rentetan tembakan dalam rentang waktu dua jam dari sebuah rumah dinas pada Jumat (20/5/2022) siang.
Belakangan diketahui, sumber rentetan letusan senjata api berasal dari rumah dinas seorang perwira menengah (pamen) Korps Brimob Polri Kelapa Dua.
"Anggota yang melakukan penembakan itu anggota dari Korbrimob Polri Kelapa Dua," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Minggu (22/5/2022).
Berikut sederet fakta aksi penembakan oknum Pamen Brimob di Kompleks Polri Ragunan:
1. Terdengar Pecahan sesaat Letusan, Warga Ketakutan
Seorang warga di sekitar lokasi berinisial X menceritakan kronologi kejadian.
Baca juga: Amarah Briptu WN Memuncak Usai Cekcok dengan Istri, Tembakan ke Udara Bikin Senjatanya Disita Polisi
• Bruk! Tembok Gedung Setinggi 12 Meter di Cengkareng Ambruk Timpa 4 Orang Termasuk Balita
X mengatakan, mulanya letusan tembakan di sekitar rumah oknum polisi itu terdengar sebanyak empat kali.
“Tadi awal kejadiannya di rumahnya ada terdengar suara tembakan. Sekali dia (polisi) nembak. Jeda sekitar dua jam, lalu tembakin tiga kali juga di dalam rumah,” ujar X saat dikonfirmasi, Jumat malam.
Dalam rentetan tembakan juga terdengar suara pecahan seperti kaca.
X menyebutkan, suara tembakan kedua hingga keempat terdengar tak berselang lama dari yang pertama.
“Di dalam rumahnya kayak nembak botol. Kedengaran suara pecahan di dalam rumahnya. Tembakan kedua sampai keempat, rentetan,” sebut X.
X mengatakan, warga yang ketakutan kemudian melaporkan aksi P ke kantor polisi.
"Sempat dilaporin ke polsek, tapi dilimpahkan ke polres dan polda. Kami di sini warga ketakutan. Orang-orang sini enggak ada yang berani negur karena dia bawa senjata,” kata X.
2. Pelaku berteriak saat dijemput Propam

Tak lama setelah warga melapor, sejumlah anggota berseragam Polri mendatangi rumah oknum polisi tersebut.
Pantauan Kompas.com, beberapa anggota Polri berjaga di depan rumah oknum polisi tersebut.
Polisi yang datang ke lokasi tak hanya yang berseragam, ada juga yang berpakaian sipil.
Mereka masuk ke sekitar halaman rumah oknum polisi itu, lalu berteriak memanggil pelaku.
Baca juga: Polisi Keluarkan Pistol saat Urai Kemacetan di Ciledug Raya, Kapolres Jaksel: Bukan untuk Sok-sokan
Tak lama, oknum polisi itu dari dalam rumah sempat menjawab teriakan.
Kondisi ini mengundang perhatian warga sekitar.
Warga terlihat berada di sekitar lokasi memantau situasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, oknum polisi tersebut telah diamankan.
"Sudah diamankan. Ada di Korbrimob Polri," ujar Zulpan pada Sabtu (21/5/2022).
3. Pelaku Pamen Brimob
Zulpan mengatakan, P merupakan anggota Brimob Polri yang tinggal di asrama kawasan Pasar Minggu itu. Dan P merupakan perwira menengah.
"Itu anggota dari Korbrimob Polri Kelapa Dua," kata Zulpan.
Baca juga: Penghuni Diduga Gangguan Jiwa Merokok di Kasur, Rumah Megah di Cilandak Kebakaran
Namun, Zulpan tak membeberkan kronologi secara terperinci soal penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polri tersebut.
"Karena itu anggota Korbrimob. Saat ini sedang ditangani oleh Korbrimob Polri," ucap Zulpan.
4. Pelaku Lepas 8 Kali Tembakan
Zulpan mengatakan, dari kesaksian warga, P melepaskan 8 kali tembakan.
Namun, sejauh ini belum diketahui ada atau tidaknya korban akibat aksi P tersebut.
"Delapan kali tembakan," ujar Zulpan.
Zulpan mengemukakan, jumlah letusan senjata itu diketahui berdasarkan keterangan warga sekitar rumah oknum polisi yang melihat insiden itu.
"Itu laporan warga seperti itu," ucap Zulpan.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Polisi yang Lepaskan 8 Tembakan di Kompleks Polri Ragunan Ternyata Anggota Brimob dan di Kompas.com dengan judul "4 Fakta Oknum Polisi Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan"