Cacar Monyet Jadi Sorotan Dunia, Dinkes Kota Tangerang Pastikan Belum Temukan di Wilayahnya
Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) yang meminta masyarakat Kota Tangerang untuk meningkatkan PHBS dimana pun dan kapan pun.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai paparan penyakit.
Tak terkecuali, Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) yang meminta masyarakat Kota Tangerang untuk meningkatkan PHBS dimana pun dan kapan pun.
Terutama dalam menyikapi penyakit monkey pox alias virus cacar monyet.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni menjelaskan penyakit ini umumnya terjadi di Afrika Tengah dan Barat yang merupakan negara endemis.
Namun, dalam keterangan resmi Kemenkes belum ada temuan kasus penyakit tersebut di Indonesia, namun, perlu diwaspadai.
Baca juga: Benarkah Cacar Monyet Hanya Serang Pria Gay? Simak Penjelasan WHO serta Cara Pencegahannya
"Khususnya di Kota Tangerang juga belum ada laporan terkait kasus tersebut. Tapi, tidak bisa dianggap enteng, masyarakat tetap perlu waspada dan diedukasi terkait cacar monyet," kata Dini saat dihubungi, Selasa (31/5/2022).
Ia pun menjelaskan, cacar monyet merupakan penyakit virus yang ditularkan dari hewan ke manusia, yang dapat sembuh sendiri.

Penyakit ini dapat bersifat ringan dengan gajala yang berlangsung 2-4 pekan.
Namun, bisa berkembang menjadi berat dan bahkan kematian dengan tingkat kematian tiga sampai enam persen.
"Penularan kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan orang ataupun hewan yang terinfeksi, atau melalui benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut," papar Dini.
"Dengan itu, PHBS menjadi kunci utama dalam mencegah paparan penyakit ini," tambahnya.
Lanjutnya, yang bisa dilakukan masyarakat ialah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

Selain itu, menghindari kontak langsung dengan tikus atau primate.
Membatasai paparan langsung dengan darah atau daging hewan yang tidak atau belum dimasak dengan baik.