Festival Bakcang dan Lahirnya Pemimpin Setia kepada Rakyat
Tradisi makan bakcang muncul sejak zaman Qun Chiu (722 SM – 481 SM). Daniel Johan ungkap tujuan Festival Bakcang.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tradisi makan bakcang muncul sejak zaman Qun Chiu (722 SM – 481 SM).
Tradisi ini biasanya dirayakan bulan lima tanggal lima penanggalan lunar.
Khususnya di Indonesia tradisi ini terus dijaga, karena memiliki makna yang dalam.
Perhimpunan Tionghoa Kalbar Indonesia (PTKI) merayakan Festival Bakcang di P4 Season City Jakarta, Minggu (5/6/2022) sebagai bentuk saling merangkul, saling menjaga silaturahmi dan persaudaraan.
Dalam keterangan tertulisnya, PTKI merupakan organisasi yang dibentuk dengan semangat persaudaaran yang kental sebaimana isi bakcang yang padat, lengket dan kental.
Baca juga: Rayakan Waisak, Cerita Politisi PKB Daniel Johan Saat Beribadah Bersama Keluarga di Vihara
Bakcang sendiri dibuat dari beras ketan yang isinya ketika sudah matang bersifat lengket jika dimaknai memiliki arti bahwa persaudaraan harus terus dijaga agar tetap lengket, tetap terjalin dengan baik, tanpa membedakan latar belakang apa pun.
Dengan tingginya rasa persaudaraan dengan siapa pun maka segala masalah dengan mudah dapat diselesaikan.
Baca juga: Daniel Johan: Jangan Hantam Petani Tembakau dengan Kenaikan Cukai
Selain itu Festival Bakcang juga untuk mengenang nilai-nilai kepemimpinan yang setia kepada rakyat.
Dikisahkan Qu Yuan seorang menteri di negara Chu yang karena dedikasinya yang besar kepada rakyat, kemudian dihasut oleh keluarga kerajaan sehingga dipecat dan diusir dari negaranya.
Melihat kondisi negaranya yang semakin korup dan kacau, ia kemudian bunuh diri dengan melompat ke Sungai Miluo.
Rakyat yang kemudian merasa sedih beramai-ramai mencari jenazah sang menteri di sungai tersebut.
Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri.
Mereka membungkus makanannya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai bakcang sekarang. Para nelayan yang mencari-cari jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu naga setiap tahunnya di berbagai negara.
Anggota DPR RI yang juga Dewan Pengarah PTKI, Daniel Johan menjelaskan bahwa Festival Bakcang selain untuk memperkuat persaudaraan, juga sebagai doa agar Indonesia selalu lahir para pemimpin yang setia kepada rakyat, yang benar-benar mengutamakan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan tertinggi.
“Rakyat selalu mendambakan pemimpin yang setia yang mampu mensejahterakan rakyatnya. Festival Bakcang ini untuk mengenang para pemimpin Indonesia yang setia itu sekaligus mendoakan agar Indonesia selalu muncul pemimpin yang dicintai rakyat, yang mempersatukan dan mensejahterakan,” kata Daniel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/daniel-johan-sedang-memberikan-selamat-kepada-ketua-ptki-leonardi-tjhai.jpg)