Formula E
Giring Tak Akui Kesuksesan Formula E, Wagub DKI Beri Tanggapan Santai: Yang Penting Warga Bersinergi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria santai menanggapi kritik Ketua Umum PSI Giring Ganesha menyoal gelaran Formula E Jakarta.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria santai menanggapi kritik Ketua Umum PSI Giring Ganesha menyoal gelaran Formula E Jakarta.
Meski kesuksesan Formula E tak diakui oleh eks vokalis band Nidji ini, reaksi orang nomor dua di DKI tetap santai.
Ia mengatakan pendapat yang berbeda merupakan suatu hal yang biasa.
"Kalau ada yang berpendapat lain itu silakan saja, itu gak ada masalah. Bagi kami yang penting bagi kita mari kita terus bersama seluruh warga bersinergi, berkolaborasi untuk terus membangun Kota Jakarta, Jakarta yang maju yang bahagia warganya dan Kota Jakarta menjadi Kota Global sejajar dengan kota besar di dunia itu harapan kita bersama," katanya di Balai Kota DKI, Senin (6/6/2022) malam.
Menurutnya, gelaran Formula E pada 4 Juni 2022 lalu tetap bisa dinilai sukses dan berhasil.

Terlebih, dirinya mengikuti proses gelaran tersebut sedari awal perencanaan.
"Ya biasa menyampaikan pendapat. Kami sebagai Pemprov menghargai. Semua warga Jakarta punya kesempatan yang sama yang penting faktanya semua bisa melihat mendengar langsung prosesnya dari perencanaan hingga pelaksanaannya," lanjutnya.
"Alhamdulillah ya berlangsung dengan baik kita berterima kasih Pak Jokowi hadir, Ketua MPR Pak Bambang, Ketua DPR Ibu Puan beberapa menteri ya hadir. Jadi acara yang dipimpin oleh Pak Sahroni menurut kami berlangsung sesuai harapan," pungkasnya.
Tak Mau Akui Kesuksesan Anies Gelar Formula E, Giring: Kalau Cuma Ramai Itu Belum Sukses
Ketua Umum PSI Giring Ganesha tak mau mengakui kesuksesan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar Formula E.

Ia pun mempertanyakan tolak ukur yang digunakan sehingga lomba balap mobil bertenaga listrik itu dikatakan sukses.
"Sukses itu dilihat dari mana? Kalau cuma ramai dan ingar bingar saja sih bukan sukses," ucapnya, Senin (6/6/2022).
Eks vokalis grup band Nidji ini menyebut, Formula E baru dikatakan sukses bila terbukti bisa memberikan pemasukan tambahan bagi kas daerah.
Selain itu, kesuksesan juga bisa diukur dari peningkatan perekonomian masyarakat.
Oleh sebab itu, Giring menuntut keterbukaan penggunaan anggaran yang diterima Pemprov DKI dari gelaran Formula E.
Terlebih, Anies sudah menggelontorkan anggaran Rp560 miliar untuk membayar commitment fee atau uang komitmen.
"Kita harus yahu dong itu keuntungan berapa? Masuk ke rekening, yang masuk berapa? Terus jumlah budget cost berapa, untung atau rugi," ujarnya.
"Kalau untung uangnya dipakai buat apa? Terus kalau rugi nanti yang nanggung? Jangan sampai nanti kalau rugi yang menanggung masyarakat," sambungnya.
Sebagai informasi, Jakarta sukses menjadi tuan rumah seri ke-9 Formula E pada Sabtu (4/7/2022) kemarin.
Ajang Jakarta E-Prix ini diklaim berhasil menyedot 60.000 penonton.
Rinciannya, sebanyak 20.000 orang menyaksikan langsung di area sirkuit dan 40.000 lainnya menonton dari layar raksasa yang dipasang di kawasan wisata Ancol.
Sejumlah pejabat tinggi negara pun terlihat turut hadir menyaksikan langsung balap mobil listrik terbesar di dunia ini.
Mereka adalah Presiden Joko Widodo, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Selain itu, beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju pun turut hadir, seperti Menpora Zainudin Amali dan Menparekraf Sandiaga Uno.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menyampaikan apresiasinya terhadap para pejabat tinggi negara yang sudah hadir untuk datang menyaksikan Formula E.
"Terima kasih sudah ikut bersorak bersama di Sirkuit Ancol kemarin. Terima kasih sudah ikut menjadi bagian dari sejarah Formula-E pertama di Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut orang nomor satu di DKI ini menyebut, balap mobil Formula E sebagai ajang pemersatu lintas batas.

Hal ini diungkapkan Anies lewat unggahannya di instagram (@aniesbaswedan).
Dalam unggahannya itu, Anies juga menyebut bahwa balap mobil listrik terbesar di dunia ini bukan hanya untuk warga Jakarta, tapi untuk seluruh bangsa Indonesia.
"Formula E adalah hajatan kemeriahan bersama, bukan hanya untuk Jakarta, tapi juga Indonesia dan bahkan dunia," tulisnya dikutip TribunJakarta.com, Senin (6/6/2022).
"Kemeriahaan yang menyatukan, bukan yang menjauhkan. Olahraga selalu mampu menjadi pemersatu lintas batas," sambungnya.
Eks Mendikbud ini pun berharap, balap mobil listrik yang diinisiasi olehnya itu bisa menjadi pengamalan baru bagi mereka yang datang.
"Semoga memberikan kenangan yang indah dan berkesan bagi semuanya," kata Anies.