Kebakaran

Gara-gara Aki Mobil Rusak, Berikut Detik-detik Kebakaran Hebat Pabrik Tiner di Tangerang

Bukan tanpa alasan, perusahaan tiner yang mempunyai gudang di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang itu terbakar setiap tahunnya.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos Abdul Qodir
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Sebuah pabrik tiner milik PT Warna Prima Kimiatama terbakar hebat pada Kamis (9/6/2022) siang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pabrik tiner PT Warna Prima Kimiatama di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, kembali mengalami kebakaran hebat hingga bangunan tak tersisa, Kamis (9/6/2022) sekira pukul 12.00 WIB .

Kebakaran kali ini terjadi diduga kuat karena kelalaian manusia.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Sarly Sollu mengatakan kalau percikan api pertama kali muncul karena adanya mobil yang terbakar karena aki rusak.

"Penyebabnya tadi ada kelalaian, ada akinya yang rusak setelah diperbaiki akinya jatuh dan meledak," kata Sarly di lokasi kejadian, Kamis (9/6/2022).

Akibatnya, percikan api secara cepat menyambar ke gudang tersebut dan membakar seluruhnya. Sebab, dalam gudang tersebut berisi bahan-bahan mudah terbakar terutama tiner.

Baca juga: Pabrik Tiner di Kabupaten Tangerang Kebakaran Hebat hingga Bangunan Tak Tersisa

"Sehingga menyebabkan percikan api, ini masih kita lakukan penyelidikan," kata Sarly.

Sebagai informasi, AKBP Sarly Sollu geram terhadap PT Warna Prima Kimiatama.

Bukan tanpa alasan, perusahaan tiner yang mempunyai gudang di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang itu terbakar setiap tahunnya.

Sebuah pabrik tiner milik PT Warna Prima Kimiatama terbakar hebat pada Kamis (9/6/2022) siang.
Sebuah pabrik tiner milik PT Warna Prima Kimiatama terbakar hebat pada Kamis (9/6/2022) siang. (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Pada tahun 2021, pabrik tiner tersebut sempat kebakaran hebat sampai meludeskan bangunan.

Kemudian pada Kamis (9/6/2022) pabrik yang kembali terbakar hebat sampai tidak menyisakan bentuk bangunan.

Beruntung, dari dua kejadian tersebut tidak menelan korban luka atau pun jiwa.

"Kita minta dari PT Warna Prima Kimiatama melakukan evaluasi bagaimana keamanan ini tidak terulang lagi," kata Sarly dalam nada tinggi.

Kebakaran yang terjadi ini dinilainya sangat berbahaya. Sebab, lokasi pabrik yang sangat berdekatan dengan rumah warga dan hanya dibatasi dengan tembok.

"Karena di sini sekitar pabrik ini adalah pemukiman sehingga kita harus minta kepada perusahaan untuk lebih waspada lagi menerapkan SOP dan kemanan yang lebih ketat lagi," ujar Sarly.

Baca juga: Lift dan Eskalator Tak Fungsi di Stasiun Cakung Bikin Ibu Hamil Kelelahan, KAI Klaim Rutin Perawatan

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved