Ketua PBNU Bantah Kadernya Terlibat di Majelis Sang Presiden Dukung Anies, Sosok Pemimpin Dibongkar

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ahmad Fahrurrozi atau karib disapa Gus Fahrur membantah ada keterlibatan kader NU dalam Majelis Sang Presiden.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
screenshot via Tribunnews.com
Massa Majelis Sang Presiden menggelar deklarasi dukungan ke Anies Baswedan untuk menjadi Presiden RI pada 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan Ahmad Fahrurrozi atau karib disapa Gus Fahrur membantah ada keterlibatan kader NU dalam Majelis Sang Presiden.

Pada Rabu (8/6/2022) pagi sekira 250 orang di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, sekelompok relawan mendeklarasikan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai capres di 2024.

Relawan ini pun diketahui menamakan Majelis Sang Presiden.

Adapun peserta kegiatan deklarasi itu dengan berbagai macam latar belakang di antaranya mantan narapidana terorisme (Napiter), mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), hingga mantan anggota Front Pembela Islam (FPI).

Namun, belakangan ini terkuat jika Ketua Panitia Majelis Sang Presiden Abu Abdurrahman merupakan Amsori.

Baca juga: Ketua PBNU Akui Ketua Panitia Majelis Sang Presiden Eks Pengurus NU dan Bantah Masih Kader

Setelah ditelusuri, rupanya Amsori memang pernah menjadi pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) periode 2015-2020, dengan jabatan sebagai Wakil Ketua.

Susunan ini pun bisa dilihat melalui website www.nu.or.id/amp/nasional/susunan-lengkap-pengurus-lpbhnu-2015-2020-N39o4.

Logo Nahdlatul Ulama (NU)
Logo Nahdlatul Ulama (NU) (nu.or.id)

Kendati begitu, Gus Fahrur memastikan tak ada keterlibatan NU di dalam kegiatan tersebut, seperti yang ramai diperbincangkan.

"Saya cek bukan, kader NU puluhan juta, mungkin saja dia NU kultural atau mengaku sebagai kader simpatisan NU, tapi yang jelas tidak mewakili organisasi NU," jelasnya saat dihubungi, Kamis (9/6/2022).

Menurutnya, sikap Ketum PBNU sudah sangat jelas, yakni melarang penggunaan atribut NU untuk kegiatan dukung mendukung Capres tertentu.

Selain itu, Amsori diakuinya tak aktif dalam kepengurusan tempo lalu, dan dikatakannya bukan bagian dari kader.

Atribut mirip bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam acara deklarasi dukungan pencapresan Anies Baswedan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022).
Atribut mirip bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam acara deklarasi dukungan pencapresan Anies Baswedan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022). (Istimewa)

"Waktu kepengurusan kemarin juga tidak aktif, berarti bukan kader lagi. Menurut kamus kader adalah orang yang berada dalam suatu organisasi yang mempunyai tugas untuk mewujudkan visi dan misi suatu organisasi," lanjutnya.

Ketua PBNU Akui Ketua Panitia Majelis Sang Presiden Eks Pengurus NU

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrurrozi atau karib disapa Gus Fahrur benarkan Amsori eks pengurus NU pada tahun 2015-2020.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved