Pabrik Tiner di Tangerang 4 Kali Kebakaran Hebat, Terakhir Kemarin Bangunan Sampai Ludes
Sebuah pabrik tiner milik PT Warna Prima Kimiatama kebakaran hebat pada Kamis (10/6/2022) siang sampai meludeskan seluruh bangunan.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sebuah pabrik tiner milik PT Warna Prima Kimiatama kebakaran hebat pada Kamis (10/6/2022) siang sampai meludeskan seluruh bangunan.
Usut punya usut, kebakaran disertai ledakan-ledakan di pabrik tiner tersebut bukan kali pertama terjadi.
Dari informasi yang didapatkan di lapangan, kebakaran pernah terjadi empat kali di tempat yang sama.
"Infonya seperti itu, dan kita minta dari PT Warna Prima Kimiafarma ini untuk mengevaluasi," jelas Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Sarly Sollu, Jumat (10/6/2022).
Senada, Danton Pos Damkar Curug Bob Sulaeman mengatakan kalau kebakaran ketiga terjadi pada tahun lalu, 2021.
Baca juga: Gara-gara Aki Mobil Rusak, Berikut Detik-detik Kebakaran Hebat Pabrik Tiner di Tangerang
Kemudian kebakaran pertama dan kedua terjadi sekira tahun 2003 dan 2004.
"Udah sering ini (kebakaran), tahun kemarin (2021) juga ada kebakaran. Sering saya lakukan evaluasi fire safety di sini, kendalanya ya tinernya itu," papar Bob.

"Satu tahun lalu juga 2021 besar kebakarannya," sambung dia.
Menurutnya, ada banyak faktor pabrik tersebut jadi langganan kebakaran besar.
Banyaknya bahan berbahan mudah terbakar, seperti tiner menjadi alasan terbesarnya.
Baca juga: Korsleting Listrik Buat Kios Makanan Terbakar di Setiabudi, Kerugian Capai Rp 10 Juta
"Karena jenis bahan bakunya tiner yang mudah terbakar, dan kalau kebakaran di sini pasti selalu besar," jelas Bob.
Menurutnya, kelalaian manusia selalu menjadi penyebab utama kebakaran terjadi di sana.
"Dulu tuh cara pengemasan, keteledoran dalam cara masang langsung ada api sedikit itu langsung menyambar," pungkas Bob.

Sebagai informasi, Sebuah pabrik tiner di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang kebakaran hebat sampai ludes tidak tersisa lagi bentuk bangunannya, Kamis (9/6/2022) siang.
Kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 12.00 WIB karena kelalaian manusia.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Sarly Sollu mengatakan kalau percikan api pertama kali muncul karena adanya mobil yang terbakar karena aki rusak.
"Penyebabnya tadi ada kelalaian, ada akinya yang rusak setelah diperbaiki akinya jatuh dan meledak," kata Sarly di lokasi kejadian, Kamis (9/6/2022).
Akibatnya, percikan api secara cepat menyambar ke gudang tersebut dan membakar seluruhnya.
Sebab, dalam gudang tersebut berisi bahan-bahan mudah terbakar terutama tiner.
"Sehingga menyebabkan percikan api, ini masih kita lakukan penyelidikan," kata Sarly.
Sebagai informasi, AKBP Sarly Sollu geram terhadap PT Warna Prima Kimiatama.
Bukan tanpa alasan, perusahaan tiner yang mempunyai gudang di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang itu terbakar setiap tahunnya.
Pada tahun 2021, pabrik tiner tersebut sempat kebakaran hebat sampai meludeskan bangunan.
Kemudian pada Kamis (9/6/2022) pabrik yang kembali terbakar hebat sampai tidak menyisakan bentuk bangunan.
Beruntung, dari dua kejadian tersebut tidak menelan korban luka atau pun jiwa.
"Kita minta dari PT Warna Prima Kimiatama melakukan evaluasi bagaimana keamanan ini tidak terulang lagi," kata Sarly dalam nada tinggi.
Baca juga: Ekskavator Terguling di Duren Sawit Akibatkan Kabel Listrik Terbakar
Kebakaran yang terjadi ini dinilainya sangat berbahaya.
Lantaran, lokasi pabrik yang sangat berdekatan dengan rumah warga dan hanya dibatasi dengan tembok.
"Karena di sini sekitar pabrik ini adalah pemukiman sehingga kita harus minta kepada perusahaan untuk lebih waspada lagi menerapkan SOP dan kemanan yang lebih ketat lagi," ujar Sarly.
Diberitakan sebelumnya, sebuah pabrik tiner milik PT Warna Prima Kimiatama terbakar hebat pada Kamis (9/6/2022) siang.
AKBP Sarly Sollu mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran kali ini diduga adanya kelalaian petugas saat bekerja.
Meski demikian polisi masih terus mendalami penyebab utama kebakaran.
"Ada indikasi kelalaian, dimana selang pembuangan tanki mobil tersumbat, dan ternyata rusak pada bagian api," jelas Sarly di lokasi kejadian.
"Setelah diperbaiki, akinya jatuh dan meledak," sambung dia.
Menurutnya indikasi kelalaian tersebut dikarenakan yang memperbaiki aki adalah supir mobil tanki tersebut.
Dimana, seharusnya perbaikan dilakukan oleh mekanik.
"Indikasi kelalaian ini yang memperbaiki supirnya mestinya mekanik dan kita masih lakukan penyelidikan," ujarnya.
Adapun akibat kebakaran tersebut, area gudang pabrik ludes habis dilahap sijago merah.
Dari pantauan TribunJakarta.com di lokasi, sekira pukul 15.00 WIB api sudah berhasil dipadamkam.
Namun, petugas BPBD Kabupaten Tangerang hingga saat ini masih dalam proses pendinginan.
"Ada enam unit mobil pemadam yang diterjunkan, dibantu oleh 45 personel," pungkasnya.