Ratusan Korban Robot Trading ATG Merugi Rp15 Miliar, Bareskrim Polri Mulai Lakukan Penyelidikan

Ratusan investor telah menjadi korban robot trading ATG dengan kerugian mencapai Rp15 miliar. Mabes Polri mulai bergerak melakukan penyelidikan.

Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Ilustrasi trading - Ratusan investor telah menjadi korban robot trading ATG dengan kerugian mencapai Rp15 miliar. Mabes Polri mulai bergerak melakukan penyelidikan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mabes Polri mulai selidiki kasus dugaan penipuan melalui Robot Trading Auto Trade Gold.

Diketahui, sebanyak 141 investor telah menjadi korban dengan kerugian mencapai Rp15 miliar lebih.

Kabar laporan tersebut disampaikan langsunh oleh kuasa hukum para korban.

Perwakilan kuasa hukum para korban, Adi Gunawan S.H, menyampaikan, laporan tersebut telah dicatatan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: STTL/179/VI/2022/BARESKRIM.

Menurutnya, laporan ini dilakukan setelah sebelumnya para korban melayangkan somasi langsung kepada pihak Auto Trade Gold atau ATG. Namun tidak pernah ditanggapi.

"Sebelumnya kami telah melayangkan Somasi terlebih dahulu terhadap pihak ATG yang dikelola oleh PT. Pansaky Berdikari Bersama. Tapi somasi justru tidak pernah mendapat tanggapan," kata Adi Gunawan dalam keterangan persnya, Selasa (21/6/2022).

"Tidak ada itikad baik dari pihak ATG, kami kemudian menempuh upaya hukum, kami laporkan ke Mabes Polri Sabtu lalu,” tambahnya.

Baca juga: Minta Pengembalian Dana, Puluhan Member Aplikasi Robot Trading Net89 Gelar Deklarasi di Jaksel

Menurut Adi Gunawan, upaya hukum dilakukan setelah dia dan timnya mendapatkan legal standing yang berupa surat kuasa khusus dari hampir seluruh korban ATG.

Setelah laporan dilakukan, Langkah-langkah hukum lanjutkan akan terus dilakukan.

Ilustrasi Trading forex.
Ilustrasi Trading . (HO/dok.XM via Tribunnews)

Tentunya hingga masalah ini dapat diselesaikan melalui pengadilan, agar seluruh korban dapat menutut dan mendapatkan hak-haknya. 

Adi Gunawan menambahkan, bahwa  dirinya saat ini banyak menangani kasus-kasus robot trading. Seperti Farenheit dan Millioner Prime (MP).

Hal ini yang kemudian menjadi motivasi bagi korban robot trading ATG memilih dirinya sebagai kuasa atau penasehat hukumnya. 

Terkait hal ini, dia tentu berharap Kepolisian dapat cepat memprosesnya.

"Korban ini menghubungi Hotline yang tercantum di website kami. Terkait kasus ini, kami harap Mabes Polri segera melakukan penyelidikan dan penyidikan. Sehingga para terlapor dapat cepat ditangkap," katanya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved