Cerita Kriminal
Terungkap Motif Pengeroyokan Pria hingga Tewas di Depan Kantor RW Tambun Karena Satu Ucapan Ini
Tiga orang terduga pelaku yang tersulut dengan kata atau ucapan hinaan yang dilontarkan korban, langsung turun dari motornya dan mengejar korban.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Motif pengeroyokan di depan kantor RW 10 Mangun Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang menewaskan seoarang warga diduga karena satu ucapan hinaan, namun menyakitkan.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Aris Timang mengatakan, pihaknya sejauh ini masih melakukan penyelidikan.
Dari keterangan sementara sejumlah saksi, motif pengeroyokan bermula saat korban berinisial JW (31) duduk dekat tiang listrik.
Di sana, JW melakukan aksi tak pantas. Dia meneriaki setiap pengendara yang melintas dengan kata-kata Anjing.
"Duduk-duduk di bawah tiang listrik, sambil pukul-pukul tiang listrik, setiap ada yang lewat diteriakin (sama korban), di katain anjing," kata Aris, Rabu (21/6/2202).
Baca juga: Kronologi Lengkap Ibu Tewas Dianiaya Tetangga Pakai Balok Kayu, Demi Bela Anak Karena Dikatai Juling
Tiga orang terduga pelaku yang tersulut dengan kata atau ucapan hinaan yang dilontarkan korban, langsung turun dari motornya dan mengejar korban.
"Tiga orang (terduga pelaku) putar balik, terus mau nabrak dia (korban) pakai kendaraan tetapi tidak kena," ujarnya.

Selanjutnya, adegan seperti yang ada di video CCTV terjadi. Korban lari ke arah depan kantor RW.
Di sana, ketiga pelaku langsung memukul, menendang korban membabi buta ketika ia terkapar.
"Dia (korban) lari kedepan sini, depan perumah ini, dikejar. Terjadilah penganiayaan," jelasnya.
Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan lebih lanjut apakah kronologi ini benar-benar motif utama aksi pengeroyokan hingga tewas.
Penyidik kata Aris, terus melakukan pendalaman dengan memeriksa keterangan saksi-saksi dan mencari barang bukti.
"Pelaku kita perkirakan tiga orang yang saya amankan belum ada, masih dalam lidik," tegasnya.
Baca juga: Benar Kata Bang Napi, Maling HP di Lubang Buaya Bisa Leluasa Beraksi saat Pegawai Laundry Tertidur
Pantauan di TKP, akses jalan tepat di depan kantor RW 10 ditutup sementara. Pihak berwenang memasang palang dari bangku dan menutup portal.
Di titik ditemukan korban, terdapat sisa bekas darah. Pengurus lingkungan dan kepolisian menutupnya dengan menggunakan pasir.