Idul Adha
Sederet Amalan Sunah Jelang Idul Adha, Ini Hikmah Tak Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Berkurban
Ketahui sederet amalan sunah jelang Hari Raya Idul Adha, disertai hikmah larangan potong kuku dan rambut bagi yang berkurban.
TRIBUNJAKARTA.COM - Momen menjelang Hari Raya Idul Adha ternyata punya banyak keistimewaan.
Umat muslim pun dianjurkan melaksanakan amalan-amalan seperti puasa sunah.
Adapun puasa sunah yang dimaksud antara lain Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah.
Ustaz Adi Hidayat mengatakan, 10 hari pertama Dzulhijjah menjadi momen istimewa menjelang Idul Adha.
Baca juga: Jelang Idul Adha 2022, Catat Jadwal Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah, Ini Bacaan Niatnya
Dikatakannya, banyak amalan yang dapat dilaksanakan di 10 hari pertama Dzulhijjah.
Tak sekadar berpuasa, melainkan amalan lain seperti sholat dan bershadaqah.
"Kuncinya seluruh amal sholeh yang mampu kita kerjakan,maka mulai hari ini ayo coba inventarisir kembali, sholat adalah amal sholeh, maka keluarkan semua jenis sholat yang mampu kita lakukan, tak hanya fardhunya," ujar Ustaz Adi Hidayat seperti dilansir dari kanal Youtubenya.
Baca juga: Rutin Baca Sholawat Nariyah dan Doa Sore Jelang Idul Adha, Ini 6 Keutamaan yang Bisa Didapat
Kemudian sehari sebelum Idul Adha, lanjutnya, umat muslim dapat melaksanakan Puasa Arafah.
"Puncaknya tanggal 9 Dzulhijjah, jika 10nya hari Jumat, maka Kamisnya kita niatkan spesial dengan niat Puasa Arafah yang dengan izin Allah jika mampu mengoreksi diri saat itu akan berpeluang diampuni dosa satu tahun berlalu dan dijaga tak berbuat dosa satu tahun yang akan datang," papar Ustaz Adi Hidayat.
Di sisi lain, Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan jika bagi yang hendak berkurban, maka dianjurkan untuk tidak potong rambut maupun kuku berdasarkan hadist.
"Bagi yang akan berkurban maka jika masuk Dzulhijjah, kita telah ada niatnya untuk sementara tahan berdasarkan hadist, jangan sentuh kuku dan rambutnya, jangan potong tahan dulu. Jangan dulu cukur rambut cukur rambut yang menempel di seluruh badan, jangan dulu potong kuku tangan dan kaki hingga hewan kurban kita disembelih, apa hikmahnya? Supaya Allah SWT berkenan mengampuni seluruh bagian tubuh kita dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki kita yang paling bawah," Urai Ustaz Adi Hidayat.
Tonton video lengkapnya:
Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
Bacaan niat puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah:
Niat Puasa Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Ketahui Waktu Terbaik Menyembelih Hewan Kurban, Ini 4 Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: “Saya niat Puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: “Saya niat Puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.”
Baca juga: Panduan Memilih Hewan Kurban yang Baik untuk Lebaran Idul Adha 2022, Pastikan Testis Simetris
Keutamaan Puasa Sunah di Bulan Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah merupakan satu di antara bulan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan.
Banyak peristiwa besar yang menjadi momentum sejarah pergerakan umat Islam terjadi di bulan ini.
Selain itu, dalam bulan Dzulhijjah juga terdapat sederet ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dengan imbalan pahala berlipat ganda.
Satu di antaranya yakni puasa sunah di sembilan hari pertama bulan tersebut.
Dikutip dari babel.kemenag.go.id, berikut keutamaan puasa sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Dzulhijjah:
- Tanggal 1 Dzulhijjah
Allah mengampuni Nabi Adam AS di Arafah, maka yang berpuasa di hari itu akan diampuni dosa-dosanya.
- Tanggal 2 Dzulhijjah
Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut ikan nun.
Maka orang yang berpuasa di hari itu sama seperti beribadah dan berpuasa satu tahun tanpa maksiat.
- Tanggal 3 Dzulhijjah
Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya AS, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dikabulkan doanya.
- Tanggal 4 Dzulhijjah
Nabi Isa AS dilahirkan, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihilangkan kesusahan dan dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.
- Tanggal 5 Dzulhijjah
Nabi Musa AS dilahirkan dan dimuliakan munajatnya, maka orang yang berpuasa di hari itu akan terlepas dari sifat munafik dan siksa kubur.
- Tanggal 6 Dzulhijjah
Allah membukakan pintu kebaikan semua nabi, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang.
- Tanggal 7 Dzulhijjah
Pintu neraka jahanam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah.
Maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran, dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.
- Tanggal 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah)
Keistimewaan Puasa Tarwiyah adalah menghapus dosa yang dibuat tahun lalu.
- Tanggal 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah)
Khusus untuk Puasa Arafah, keutamaannya adalah mendatangkan kemuliaan bagi yang menjalankannya, antara lain:
1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya
2. Bertambah harta
3. Dijamin kehidupan rumah tangganya
4. Dibersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu
5. Dilipatgandakan amal dan ibadahnya
6. Dimudahkan kematiannya
7. Diterangi kuburnya selama di alam Barzah
8. Diberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar
9. Diselamatkan dari kejatuhan kedudukan di dunia, serta dinaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.