Polemik Pergantian Nama Jalan di Jakarta
Warga Bambu Apus Bangga Nama Mpok Nori Diabadikan jadi Nama Jalan
Penggantian nama Jalan Bambu Apus Raya menjadi Jalan Mpok Nori di Jakarta Timur tidak sepenuhnya ditolak warga. Ratnawati mengaku bangga.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Penggantian nama Jalan Bambu Apus Raya menjadi Jalan Mpok Nori di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur tidak sepenuhnya ditolak warga.
Ratnawati (44), warga RT 01/RW 02, Kelurahan Bambu Apus mengatakan menyambut baik kebijakan Pemprov DKI Jakarta dengan mengabadikan nama Mpok Nori sebagai nama jalan.
"Sebagai warga Betawi asli merasa sangat bangga karena tokoh seniman di daerah saya ini namanya diabadikan sebagai nama jalan," kata Ratnawati di Jakarta Timur, Rabu (29/6/2022).
Meski tidak memiliki hubungan keluarga dengan mendiang Mpok Nori, tapi dia mengaku bangga karena tinggal dekat rumah nama seniman Betawi tersebut dan kagum dengan sosoknya.
Pun harus mengganti data kependudukan KTP, kartu keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga STNK, SIM, surat tanah, dan dokumen lainnya dia mengaku tidak keberatan.
Baca juga: Sosok Guru Demar Usulan Warga Cikini untuk Nama Jalan, Bukan Pak Tino Sidin
"Makannya hari ini saya datang (lokasi jemput bola data kependudukan dari Sudin Dukcapil Jakarta Timur). Untuk SIM STNK dan BPKB sambil berjalan menunggu KK dan KTP jadi," ujarnya.
Johar, warga RT 01/RW 02 Kelurahan Bambu Apus lainnya juga mengaku tidak keberatan dengan penggantian nama Jalan Bambu Apus Raya menjadi Jalan Mpok Nori meski terdampak.
Menurutnya penggantian nama jalan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta tersebut agar sosok Mpok Nori dan tokoh Betawi lainnya tetap diingat masyarakat dari generasi ke generasi.
"Kita mendukung program pemerintah jadi ada hasilnya. Biar warga Betawi itu selalu ingat Mpok Nori. Sekarang datang ke sini untuk mengganti perubahan jalan KTP sama kakak, harus disesuaikan," tutur Johar.
3.000 Warga Jakarta Timur Terdampak Penggantian Nama Jalan
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Timur mencatat ribuan warga yang data kependudukannya terdampak penggantian nama jalan.
Kasudin Dukcapil Jakarta Timur Naufan mengatakan jumlah tersebut terdiri dari warga yang terdampak penggantian lima nama jalan menggunakan nama tokoh Betawi.
Yakni Jalan Bekasi Timur Raya menjadi Haji Darip, Jalan Budaya menjadi Entong Gendut, Jalan Raya Bambu Apus menjadi Mpok Nori, Jalan Raya Pondok Gede menjadi H. Bokir bin Dji'un.
"Kisarannya sekitar hampir 3.000 (jiwa) di Jakarta Timur. Sampai saat ini paling (jiwa yang terdampak penggantian nama jalan) paling banyak di Jakarta Timur," kata Naufan di Cipayung, Rabu (29/6/2022).
Baca juga: Sudin Dukcapil Jakarta Timur Mulai Jemput Bola Ganti KTP Warga Terdampak Perubahan Nama Jalan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Pelang-Jalan-Mpok-Nori-yang-menggantikan-nama-Jalan-Raya-Bambu-Apus-1.jpg)