Berikan Kuliah Kebangsaan, BIN Harapkan KNPI Ciptakan Pemuda yang Berkualitas

BIN berharap KNPI bisa menciptakan pemuda yang berkualitas, untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,

Editor: Wahyu Septiana
Istimewa
Deputi VII BIN, Wawan Purwanto dihadapan ratusan pengurus DPP KNPI saat memberikan kuliah kebangsaan disela-sela acara Pengukuhan dan Rakernas DPP KNPI Periode 2021-2024 dibawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Ilyas Indra, di Hotel Sentral, Cawang, Jakarta, Jum'at (1/7/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) berharap Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), bisa menciptakan pemuda yang berkualitas, untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Hal ini disampaikan oleh Deputi VII BIN, Wawan Purwanto dihadapan ratusan pengurus DPP KNPI saat memberikan kuliah kebangsaan disela-sela acara Pengukuhan dan Rakernas DPP KNPI Periode 2021-2024 dibawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Ilyas Indra, di Hotel Sentral, Cawang, Jakarta, Jum'at (1/7/2022).

"Kekayaan sumber daya alam, budaya, dan jumlah penduduk yang besar dapat dimanfaatkan dengan baik jika Indonesia memiliki pemuda yang berkualitas dan memiliki visi yang bagus," ujar Wawan.

Wawan mengatakan banyak pemuda menjadi tokoh nasional dan disegani dunia karena memiliki karakter seorang pejuang yang berani berkorban demi kepentingan bangsa dan nasional.

"Karakter tersebut yang dibutuhkan oleh bangsa ini untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik menyambut era keemasan pada tahun 2045.

Namun, sebelum masuk ke tahun-tahun keemasan, ada banyak tantangan yang perlu dihadapi," jelasnya.

Baca juga: DPD KNPI Kaltara Gelar Diskusi Kebangsaan untuk Persiapkan Pemuda Unggul

Menurut Wawan, ada empat pilar pembangunan Indonesia 2045, yaitu Pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan.

"Namun, pemuda harus bisa mengalahkan tantangan menuju Indonesia Emas 204, seperti radikalisme, pengaruh budaya asing, konsumerisme dan hedonisme, polarisasi karena politik," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved