2.050 Hewan Ternak di Banten Terinfeksi PMK, Pj Gubernur: Paling Banyak di Kota Tangerang

Ribuan hewan ternak di Banten terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhitung hari ini, Selasa (4/7/2022).

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Ega Alfreda/TribunJakarta.com
Pj Gubernur Banten, Al Muktabar saat membuka langsung vaksin PMK merek Aftopor asal Prancis yang mendarat di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Senin (4/7/2022). Saat ini ribuan hewan ternak di Banten terinfeksi PMK. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Menjelang Iduladha 1443 H, ribuan hewan ternak di Banten terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhitung hari ini, Selasa (4/7/2022).

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar menjelaskan, total ada 2.050 hewan ternak di wilayahnya yang terinfeksi PMK tersebar dari berbagai daerah.

"Sampai saat ini ada 2.050 hewan ternak terinfeksi PMK. Makanya ini kita prioritaskan vaksin untuk sapi perah dan sapi potong," papar Al Muktabar di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Senin (4/7/2022).

Menurutnya, Kota Tangerang jadi wilayah penyumbang terbanyak kasus PMK di Banten.

Kata Al Muktabar, total ada sekira 800 hewan ternak di Kota Tangerang yang terinfeksi PMK.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat PMK, 233.370 Kasus Aktif Tersebar di 22 Provinsi

Jadi kota perlintasan distribusi hewan ternak terlebih mendekati hari raya Iduladha 1443 H diduga kuta menjadi alasan membludaknya angka PMK di sana.

"Kemarin ada peningkatan yang cukup tinggi, khususnya berkembang di Kota Tangerang. Tapi biasanya itu bagian dari lalu lintas sapi dari tata olah dagang," jelas Al Muktabar.

"Iya sampai hari ini yang banyak di Kota Tangerang ada 800-an untuk kawasan Banten dari 2.050 totalnya (PMK)," sambung dia.

Kendati demikian, Muktabar meyakinkan kalau daging hewan yang terinfeksi PMK aman untuk dikonsumsi secara normal.

Asal, lanjut Al Muktabar, daging tersebut diolah secara benar dan matang.

"Bahwa masyarakat tidak perlu panik, karena berdasarkan data analisis medis kesehatan bahwa itu tidak berefek ke manusia tentu harus diolah baik dan benar. Tingkat kesembuhannya pun sekarang tergolong tinggi yakni 42 persen," ujar Muktabar.

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar membuka langsung botol berisikan vaksin PMK di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Senin (4/7/2022).
Pj Gubernur Banten, Al Muktabar membuka langsung botol berisikan vaksin PMK di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Senin (4/7/2022). (Tribun Jakarta/Ega Alfreda)

Sebagaimana diketahui, pada Minggu (3/7/2022) gelombang ketiga kedatangan vaksin PMK mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dari Prancis.

Al Muktabar mengatakan, membuka langsung boks yang berisi vaksin PMK tersebut di dalam peti kemas.

Dari pantauan TribunJakarta.com, vaksin tersebut disimpan dalam botol berwarna putih bermerek Aftopor.

"Saya buka langsung boksnya, vaksin dalam keadaan dan ketentuan baik dengan suhu tertentu dan terukur berjumlah 94 ribu dosis. Vaksin berasal dari Perancis," kata Al Muktabar.

Untuk saat ini, lanjutnya, Banten telah menerima sebanyak 1.100 dosis vaksin PMK yang telah didistribusikan ke wilayah-wilayah.

Namun, Pemerintah Provinsi Banten masih akan menunggu distribusi selanjutnya lantaran, sampai hari ini total ada 2.050 hewan ternak yang terinfeksi PMK di sana.

"Yang sudah kita terima 1.100 dosis, kemudian nanti akan terima lanjutannya untuk penanganan khusus bagi ternak kita menunggu dari Kementerian Pertanian. Diprioritaskan adalah sapi perah, dan sapi-sapi yang dalam pengembangannya dalam keadaan baik," pungkas Al Muktabar.

Total ada 94 ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) asal negara Perancis telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Petugas Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang melakukan pemeriksaan hewan kurban di sebuah peternakan kawasan Kecamatan Periuk, Selasa (14/6/2022).
Petugas Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang melakukan pemeriksaan hewan kurban di sebuah peternakan kawasan Kecamatan Periuk, Selasa (14/6/2022). (Istimewa)

Kedatangan tersebut merupakan kloter ketiga yang sudah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (3/7/2022) kemarin.

94 ribu dosis tersebut diterbangkan dari Perancis menggunakan maskapai Emirates dengan nomor penerbangan EK356 dan mendarat sekira pukul 15.42 WIB.

Kepala Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan mengatakan, dari 94 ribu dosis itu terbagi dalam 940 botol.

Dimana, setiap botol berisi 100 dosis vaksin PMK yang dibungkus dalam peti kemas raksasa.

"Importasi vaksin ketiga sebesar 94 ribu dosis, dimana jumlah total importasi vaksin sampai hari ini total ada 3.104.000 dosis vaksin," jelas Finari di gudang Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Senin (4/6/2022).

Ia merinci, kedatangan vaksin PMK pertama yakni pada tanggal 12 Juni 2022 dengan 10 ribu dosis.

Kemudian, kedatangan kedua pada tanggal 16 Juni 2022 sebanyak 3 juta dosis vaksin PMK.

"Adapun nilai barang impor tersebut sebesar Rp 3.500.993.00 (senilai Rp 3,5 miliar) sudah termasuk pungutan atau pajak negara," papar Finari.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved