Cerita Kriminal

Habisi Nyawa Pacar Pakai Kain Sarung, Pemuda di Depok Kaburnya Sampai Lintas Provinsi

IM (22) menghabisi nyawa pacarnya menggunakan sehelai kain sarung bermotif batik pada Selasa (28/6/2022) lalu di Kawasan Limo, Kota Depok.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Elga H Putra
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
Pelaku yang menghabisi nyawa pacarnya karena cemburu saat dihadirkan di Polres Depok, Selasa (5/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Entah iblis mana yang merasuki FR alias P (27), dirinya nekat menghabisi nyawa kekasihnya IM (22) menggunakan sehelai kain sarung bermotif batik pada Selasa (28/6/2022) lalu di Kawasan Limo, Kota Depok.

Selesai menghabisi nyawa IM, pelaku pun membuang jasadnya ke aliran Kali Krukut hingga ditemukan warga dua hari berselang pada Kamis (30/6/2022) di kawasan Perumahan Grand Matoa, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Jadi ini tempat kejadian perkaranya (TKP) di Depok, tapi penemuan mayatnya di Jagakarsa, karena kan dibuang ke kali dan kebawa arus,” jelas Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar saat memimpin ungkap kasusnya di Polres Metro Depok, Selasa (5/7/2022).

Kemudian, pelaku pun melarikan diri ke beberapa daerah hingga akhirnya berhasil diringkus pada Senin (4/7/2022) kemarin malam di wilayah Brebes.

“Iya setelah melakukan pembunuhan ini pelaku membawa motor korban dan kabur ke Brebes. Tertangkap pelaku ini kemarin 4 Juli 2022 malam di wilayah Brebes,” ungkapnya didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno.

Baca juga: Mayat Wanita di Aliran Kali Jagakarsa Ternyata Dibunuh Pacarnya, Polisi Depok Ringkus Pelakunya

Sebelumnya diberitakan, pelaku nekat menghabisi nyawa korban musabab cemburu buta mendapati ada seseorang yang mengirim pesan berbunyi ‘sayang kamu dimana’ pada korban.

“Awal terjadinya cekcok dan pembunuhan itu adalah masalah chat dari seorang laki-laki kepada korban, ada kata kata ‘sayang kamu dimana’. Nah kebetulan terbaca oleh pelaku,”beber Imran.

“Kemudian pelaku memaksa korban untuk menghubungi si pengirim pesan tersebut, begitu terhubung si pengirim pesan mematikan telepon tersebut,” timpalnya.

Satuan Reskrim Polres Metro Depok berhasil mengungkap kasus penemuan mayat wanita berinisial IM (22).
Satuan Reskrim Polres Metro Depok berhasil mengungkap kasus penemuan mayat wanita berinisial IM (22). (Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma)

Terakhir, Imran berujar pelaku dijerat Pasal 338 KUHP atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman minimal 15 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

“Pasal yang dikenakan itu Pasal 338 KUHP, atau Pasal 340 KUHP dengan ancaman 15 tahun atau seumur hidup,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved