PPKM DKI Naik ke Level 2, PSI Minta Gubernur Anies Baswedan Turun Langsung Kendalikan Covid-19

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad meminta Gubernur Anies Baswedan turun langsung ke lapangan mengendalikan penyebaran Covid-19.

Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/4/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad meminta Gubernur Anies Baswedan turun langsung ke lapangan mengendalikan penyebaran Covid-19 yang kembali meroket.

Menurutnya, ada dua cara yang bisa dilakukan Gubernur Anies Baswedan, yaitu dengan gencar melakukan vaksinasi dan menegakkan protokol kesehatan.

"Keduanya adalah satu kesatuan dimana masyarakat perlu diimbau dan diingatkan hal tersebut. Tentunya perlu kerja-kerja dari Pemprov agar dua syarat ampuh itu dapat berjalan beriringan," ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/7/2022).

Sebagai informasi, total kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 8.673 kasus hingga 4 Juli 2022 lalu.

Imbas kenaikan angka kasus Covid-19, status PPKM di ibu kota pun kembali naik ke Level 2.

Baca juga: Politisi PDIP Protes Kebijakan Anies, Tak Setuju Nama Jalan Pakai Tokoh Betawi: Bisa Pakai Cara Lain

Idris mengatakan, hal ini terjadi karena masyarakat sudah mulai lengah dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Saya lihat banyak fasilitas transportasi publik dan ruang publik yang sudah mulai kendor menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan, para pengelola sudah mulai abai," ujarnya.

Ilustrasi corona
Ilustrasi corona (Shutterstock via Kompas)

"Mestinya stasiun, halte, mal, pasar dan ruang publik tetap ketat menegakkan prokes, karena saya lihat di beberapa ruang publik scan aplikasi PeduliLindungi sudah mulai diabaikan, bahkan jarang diperiksa," sambungnya.

Selain itu, ia juga meminta Anies Baswedan cs agar sentra vaksinasi kembali digalakkan, terutama di stasiun, halte Transjakarta, mal, pasar, dan ruang publik lainnya.

Terlebih, capaian vaksin dosis ketiga atau booster di ibu kota hingga saat ini belum mencapai 50 persen dari jumlah warga.

Data ler 4 Juli 2022 kemarin, vaksin booster di DKI Jakarta baru mencapai 4.091.936 dari total warga ibu kota yang mencapai lebih dari 10 juta jiwa.

"Kami ingin ekonomi kembali bangkit, berbagai kegiatan keramaian telah diagendakan, kita tidak mau ini kembali ditunda lantaran tingginya kasus Covid-19 di Jakarta," tutur Idris.

Baca juga: Fakta Baru Terungkap, ACT Banyak Rumahkan Ratusan Karyawan Selama Pandemi Covid-19

Hal ini juga sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo yang menetapkan vaksinasi dosis ketiga alias vaksin booster jadi syarat untuk kegiatan masyarakat yang melibatkan masyarakat banyak. 

Vaksin booster juga jadi syarat bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum.

"Pemprov DKI harusnya bisa menerjemahkan imbauan dari Istana. Gubernur dan jajarannya beserta pihak lain perlu bersinergi untuk mengendalikan laju Covid-19 ini," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved