Cerita Kriminal

'Sayang Kamu Dimana' Chat Mesra Bikin Pria Ini Gelap Mata, Pacarnya Dihabisi di Saung Pakai Sarung

Cemburu buta menjadi motif seorang pria berinisial FR alias P (27) menghabisi nyawa kekasihnya sendiri di Kota Depok. Korbannya dihabisi pakai sarung.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
Satuan Reskrim Polres Metro Depok berhasil mengungkap kasus penemuan mayat wanita berinisial IM (22). Cemburu buta menjadi motif seorang pria berinisial FR alias P (27) menghabisi nyawa kekasihnya sendiri di Kota Depok. Korbannya dihabisi pakai sarung. 

“Pasal yang dikenakan itu Pasal 338 KUHP, atau Pasal 340 KUHP dengan ancaman 15 tahun atau seumur hidup,” pungkasnya.

Mayat Wanita di Aliran Kali Jagakarsa Ternyata Dibunuh Pacarnya

Jasad IM ditemukan di aliran Kali Krukut kawasan Perumahan Grand Matoa, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (30/6/2022) lalu.

Baca juga: Santainya Rizki Dorong Troli Berisi Mayat Teman Kerja, Jalan Pelan Tak Buru-buru

Dari hasil penyelidikan, korban diketahui tewas akibat dibunuh lalu jasadnya dibuang ke aliran kali hingga hanyut dan ditemukan di lokasi kejadian.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, mengatakan, pihaknya telah berhasil mengamankan pelaku pada Senin (4/7/2022) kemarin malam.

“Jadi setelah dibuang mayat ini hanyut ditemukan di Kali Kerukut.

Dari itu kami melakukan pengembangan dan tertangkaplah pelaku ini kemarin 4 Juli 2022 malam di wilayah Brebes,” ujar Imran saat memimpin ungkap kasusnya didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, di Polrestro Depok, Selasa (5/7/2022).

Imran mengatakan, pelaku pembunuhan korban tak lain dan tak bukan adalah kekasihnya sendiri, berinisial FR alias P (27).

“Yang bersangkutan ini (pelaku) adalah pacar dari korban,” ungkap Imran.

Lebih lanjut, Imran berujar bahwa pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara mencekiknya menggunakan kain sarung bermotif batuk di sebuah saung pada Selasa (28/6/2022) malam.

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Sebelumnya, sempat terjadi cekcok mulut antara korban dan pelaku.

“Terjadi cekcok mulut, kemudian pelaku mengajak korban ini ke balai-balai atau saung, dan dilakukan pembunuhan menggunakan sarung bermotif batik dengan cara mencekik lehernya.

Setelah korban tak bernyawa, pelaku membuang korban ke kali tersebut,” tuturnya.

Terakhir, Imran berujar pelaku dijerat Pasal 338 KUHP atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman minimal 15 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved