Kontroversi ACT

Pendiri ACT Dirikan Global Moeslim Charity, Sosok Ini Minta Waspada: Kini Serigala Berbulu Kambing.

Nama Ahyudin menjadi sorotan usai viral informasi ACT menyelewengkan dana donasi umat.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
ISTIMEWA
Logo Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pegiat media sosial Guntur Romli menyoroti pendiri Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin yang kabarnya kini telah mendirikan Global Moeslim Charity. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pegiat media sosial Guntur Romli menyoroti pendiri Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin yang kabarnya kini telah mendirikan Global Moeslim Charity.

Nama Ahyudin menjadi sorotan usai viral informasi ACT menyelewengkan dana donasi umat.

Disebutkan gaji fantastis CEO ACT mencapai Rp250 Juta per bulan.

Terlepas dari polemik yang tengah terjadi, ada sosok Ahyudin yang selalu melekat di lembaga ACT.

Sebagai informasi, Ahyudin diketahui sebagai pendidik atau founder yayasan ACT yang sudah berdiri sejak tahun 2005 itu.

Baca juga: Labrak Abu Janda Soal Video ACT, Geisz Chalifah Murka: UU Tak Berarti Bila Korbannya Anies Baswedan

Namun, saat dilihat Tribunnews.com di laman resmi ACT, Senin (4/7/2022), nama Ahyudin sudah tidak tercantum dalam daftar manajemen baik sebagai pembina, pengawas maupun pengurus ACT.

Belakangan diketahui, Ahyudin sudah mengundurkan diri sebagai Ketua ACT pada 2022.

Ia digantikan oleh Ibnu Khajar yang menjadi Ketua Yayasan Aksi Cepat Tanggap sejak Januari 2022.

Politikus PSI Guntur Romli memberikan komentar pedas terkait Aksi Cepat Tanggap atau ACT yang ramai diduga menyelewengkan dana sumbangan dari umat.
Pegiat media sosial Guntur Romli memberikan komentar pedas terkait Aksi Cepat Tanggap atau ACT yang ramai diduga menyelewengkan dana sumbangan dari umat. (Tangkapan layar di Twitter)

Setelah tak lagi di ACT, Ahyudin dikabarkan mendirikan organisasi lain bernama Global Moeslim Charity.

Guntur Romli minta waspada

Perihal Ahyudin yang kini mendirikan lembaga serupa ACT bernama Global Moeslim Charity, Guntur Romli berkomentar di akun Twitternya.

Dengan kalimat sindiran, pria yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu meminta masyarakat waspada.

"Setelah ketahuan serigala berbulu domba, kini serigala berbulu kambing. Waspadalah!," cuit Guntur Romli.

Klarifikasi ACT

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved