Bekas Waduk Belanda, Simak Sejarah Taman Situ Lembang yang Punya Lapak Memancing
Pemprov DKI Jakarta membagikan sejarah Taman Situ Lembang, Jakarta Pusat. Bekas waduk yang dibangun Belanda.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta membagikan sejarah Taman Situ Lembang, Jakarta Pusat.
Taman Situ Lembang merupakan satu diantara puluhan taman yang ada di Jakarta.
Terletak di Jalan Lembang Terusan, rupanya taman ini dulunya merupakan sebuah Waduk dari sub sistem Kali Cideng.
Dilansir dari Instagram @tamanhutandki, waduk ini sudah dibangun oleh Belanda. Di mana pada sekitar tahun 1926 sebagai penampungan air dari beberapa mata air yang berada di sekitarnya.
Kemudian, nama Situ, diambil karena terdapat waduk dan Lembang karena letaknya berada di Jalan Lembang.
Baca juga: Menikmati Sore Hari di Taman Situ Lembang, Objek Wisata Murah Meriah di Tengah Ibu Kota
Pada tahun 1984, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota merenovasi taman ini dan melengkapinya dengan empat buah air mancur yang dipenuhi dengan bunga Teratai, serta lapak-lapak pemancingan.
Sebagai ruang terbuka kota, Taman Situ Lembang memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu adanya lapak-lapak pemancingan.
Sehingga di tengah hiruk pikuknya kota Jakarta, warganya masih dapat memancing.
Baca juga: Menikmati Taman Bacaan di Situ Lembang, Warga Bisa Baca Sepuasnya
Kondisi ini menjadikan Taman Situ Lembang memiliki fungsi ganda, yaitu selain sebagai lingkungan dalam skala wilayah, sebagai oase kota, sebagai tandon air juga sebagai tempat rekreasi warga, khususnya warga Jakarta Pusat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Taman-Situ-Lembang-Menteng-Jakarta-Pusat-cv.jpg)