Belasan Warganya Kena Cikungunya, Pemkot Tangerang Mulai Waswas Lakukan Ini
Belasan warga Kota Tangerang terkonfirmasi terpapar penyakit Cikungunya yang disebabkan dari gigitan nyamuk.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Elga H Putra
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Belasan warga Kota Tangerang terkonfirmasi terpapar penyakit Cikungunya yang disebabkan dari gigitan nyamuk.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni mengatakan, total ada 14 warga Kota Tangerang yang terkonfirmasi Cikungunya.
"Hasil pemeriksaan darah rutin dari beberapa pasien yang dirawat dalam batas Normal. Rata-rata yang dirawat karena lemas dan ada gejala muntah," ungkap Dini, Minggu (24/7/2022).
"Dari 14 yang suspek Cikungunya, rata-rata sudah mendapatkan penanganan medis dan sudah membaik bahkan sembuh," tambah dia lagi.
Namun, Cikungungya ini merupakan penyakit Self Limiting Disease atau dapat sembuh sendiri dalam kurun waktu 1-2 pekan gejala hilang dan cenderung tidak parah.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Selesai, 13 Warga Kabupaten Tangerang Terserang Cikungunya
Maka, yang diutamakan adalah pencegahannya agar tidak berkembang dan menular lebih banyak.
Tentu caranya memberantas perindukan nyamuk sebagai pembawa virus tersebut.
"Penyakit chikungunya disebabkan virus Cikungunya yang dibawa oleh nyamuk Dengue atau nyamuk albopictus yang terinfeksi," papar Dini.

Menurutnya, Dinkes Kota Tangerang telah menindaklanjuti kasus suspek Cikungunya dengan mengunjungi langsung rumah pasien.
Petugas Puskesmas juga menggiatkan kembali Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan melakukan penyuluhan terkait PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui 3M plus.
Yakni Menguras, Menutup dan Mendaur Ulang barang-barang yang dapat dijadikan tempat perindukan nyamuk.
"Setelah kami menerima laporan warga, pada tanggal 21 Juli kemarin petugas Puskesmas langsung mengunjungi langsung rumah warga yang terindikasi chikungunya," kata Dini.
Baca juga: IDI Sebut Cikungunya Baru Gempar di Tangerang Selatan Tahun Ini
"Dan kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan epidemiologi dan juga PSN," imbuhnya.
Selain melakukan penyuluhan, pihak Dinkes juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga.
Juga membagikan bubuk abate untuk memberantas jentik nyamuk.
"Dinas kesehatan pun telah mengeluarkan SE terkait kewaspadaan berkembangnya penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan," pungkasnya.