Pemkot Sebut Belum Ditemukan Kasus Cacar Monyet di Jaksel, Warga Diimbau Terapkan Hidup Bersih
Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Selatan Yudi Dimyati menyebut belum ditemukan kasus cacar monyet di wilayahnya.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Penyakit cacar monyet atau monkeypox tengah mewabah dan menjadi perhatian dunia.
Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Selatan Yudi Dimyati menyebut belum ditemukan kasus cacar monyet di wilayahnya.
"Sampai saat ini cacar monyet belum masuk ke Jakarta Selatan," kata Yudi saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2022).
Namun demikian, Yudi tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup sehat.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat menghindari kontak fisik dengan orang yang dicurigai terpapar cacar monyet.
Baca juga: Waspadai Penyakit Cacar Monyet, Dinkes Kota Bekasi Sosialisasi Gejala hingga Bahaya yang Ditimbulkan
"Itu (pencegahannya) masuk dalam PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat)," ujar dia.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) akan memperkuat pengawasan dan pemantauan aktivitas kelompok gay atau homo seksual di Indonesia demi mencegah menyebarnya penyakit cacar monyet yang kini menghantui banyak negara.
Kegiatan surveilans akan melibatkan beberapa organisasi maupun LSM.
"Juga pada komunitas saat ini sesuai data kasus yang paling banyak didunia pada kelompok gay maka kami akan melakukan surveilens ketat pada kelompok ini bekerjasama dengan beberapa organisasi juga LSM," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin, 25 Juli 2022.
Dokter Maxi mengatakan pihaknya sejak muncul monkeypox di sejumlah negara, pemerintah telah melakukan surveilans aktif di semua pintu masuk negara terutama di bandara dan pelabuhan laut.
Deteksi dini di airport dilakukan oleh KKP (kantor kesehatan pelabuhan) terutama Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari negara yang sudah ada kasusnya.
Ia mengatakan, saat PPLN datang ke Indonesia petugas di pelabuhan dan bandara akan melakukan pemeriksaan suhu, memerika gejala-gejala monkeypox terutama pada kulit kemerahan/ ruam , bintik-bintik merah , vesikel/ pustula yang ada di bagian muka, serta di telapak tangan.
Sampai saat ini, ia menegaskan, belum ada kasus monkey pox yang terdeteksi di Indonesia."Belum ada kasus baik konfirmasi, probable dan suspect," imbuhnya.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan terutama cuci tangan, menghindari kontak dengan orang yang memiliki gejala-gejala monkeypox.