Cerita Kriminal

2 Kroco Narkoba Terciduk Sedang 'Loading' Karung Isi 137 Kg Ganja ke Mobil Tengah Malam

Dua kurir berinisial RN (28) dan FA (25) terciduk polisi saat hendak membawa ganja seberat 137 kilogram.

Satrio Sarwo Trengginas/TribunJakarta.com
Suasana konferensi pers ungkap kasus peredaran ganja yang akan dibawa ke Jakarta di Polres Metro Jakarta Barat pada Kamis (28/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Dua kurir berinisial RN (28) dan FA (25) terciduk polisi saat hendak membawa ganja seberat 137 kilogram.

Mereka ditangkap ketika lagi loading barang haram tersebut yang akan dibawa ke Jakarta.

Beruntung, aksi itu dilumpuhkan polisi.

Awalnya, kedua kurir ini mendapatkan perintah dari bosnya untuk mengambil ratusan ganja.

"Ganja itu akan dikirim ke Padang dan Jakarta untuk diedarkan. Jadi ini jaringan lintas Sumatera-Jawa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan saat rilis kasus tersebut di Polres Metro Jakarta Barat pada Kamis (28/7/2022).

Namun, polisi sudah lebih dahulu mengendus aksi kedua orang suruhan itu.

Baca juga: Berhasil Panen Satu Kali, Pengedar Sekaligus Penanam Ganja Ngaku Belajar dari Medsos

Mereka berdua kemudian dibekuk oleh Satres Narkoba Jakarta Barat di Jalan Trans Sumatera Bukit Tinggi - Mandailing Natal pada 25 Juni 2022 silam.

Sementara itu Kasatnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Akmal mengatakan modus kedua pelaku hanya mengemas ganja ke dalam karung.

Ratusan ganja itu diangkut ke dalam mobil saat tengah malam.

"Kemudian dikemas dalam karung, sepintas memang tidak terlihat kalau itu adalah ganja. Tapi memang kita teliti bahwa dikemasan itu isinya ganja," kata Akmal.

Polisi kemudian menyita beberapa unit handphone milik pelaku dan mobil Avanza tersebut.

Sementara bos yang memberikan perintah kedua kroco itu masih diburu polisi.

"Kedua pelaku kita tetapkan sebagai tersangka. Mereka dikenakan pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Ada pidana denda Rp 10 miliar," pungkas Endra.

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved