Cerita Kriminal

Berani Main Api sampai Tipu Mertua, Rupanya Nyali Kopda Muslimin Ciut Saat Disuruh Eksekutor Bayaran

Berani main api sampai menipu mertuanya, nyali Kopda Muslimin nyatanya ciut saat disuruh oleh eksekutor bayarannya.

Editor: Elga H Putra
Kolase TribunJakarta
Terungkap uang yang dipakai Kopda Muslimin untuk upah pembunuh bayaran. Bukan dari mertua? 

TRIBUNJAKARTA.COM - Berani main api sampai menipu mertuanya, nyali Kopda Muslimin nyatanya ciut saat disuruh oleh eksekutor bayarannya.

Hal itu diucapkan oleh Agus Santoso yang merupakan satu dari lima tersangka penembakan istri Kopda Muslimin.

Diketahui, Kopda Muslimin adalah oknum TNI yang menjadi otak rencana pembunuhan kepada istrinya, Rina Wulandari.

Di Mapolrestabes Semarang, Agus menceritakan bagaimana dirinya bisa terlibat sebagai eksekutor bayaran oleh Kopda Muslimin untuk menghabisi nyawa Rina Wulandari.

Kata Agus, saat itu dia yang berada di Magetan, Jawa Timur didatangi Sugiyono alias babi yang juga tersangka dalam kasus ini.

Baca juga: Pria Ini Paling Dipercaya Kopda Muslimin untuk Asuh Anaknya Sebelum Meninggal: Jadilah Om yang Baik

Adapun Sugiyono kenal dengan Kopda Muslimin melalui jaringan togel yang dikelola sang oknum TNI.

Saat itu, Sugiyono menyampaikan order Kopda Muslimin yang ingin mencelakakan istrinya.

"Saat itulah saya datang ke Semarang bersama babi dan beristirahat di tempat istri saya.

Kondisi tersangka penembakan istri sendiri, Kopda Muslimin, yang ditemukan meninggal di rumah tuanya di Kelurahan Trompo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022) pagi.
Berani main api sampai menipu mertuanya, nyali Kopda Muslimin nyatanya ciut saat disuruh oleh eksekutor bayarannya.. (Ist/Kodam IV Diponegoro)

Waktu itu tiga minggu sebelum kejadian," ujarnya dilansir dari Tribun Jateng, Rabu (27/7/2022).

"Keesokan hari pada saat malam Minggu bertemu lagi dengan Kopda Muslimin di daerah Padasan Simongan di situlah dia (Kopda Muslimin) mulai bercerita," tuturnya.

Saat itu, kata dia, Kopda Muslimin menceritakan keadaan keluarganya.

Suami korban tersebut merasa tidak kuat tekanan dari istri.

"Dia (Kopda Muslimin) tidak kuat tekanan dari istrinya yang selalu mengekang.

Dia meminta agar istrinya dibunuh," tutur dia.

Baca juga: Sosok Kabul, Orang yang Dititipi Anak oleh Kopda Muslimin Sebelum Tewas Keracunan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved