Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Putri Candrawati Ucap ''Malu Mba, Malu'' Disinggung Soal Perbuatan Brigadir J, Malamnya Menangis

Putri Candrawathi memberikan pengakuan jujur saat disinggung dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadapnya, kepada tim asesmen psikologi LPSK

Penulis: Bima Putra | Editor: Y Gustaman
Kolase Tribun Jakarta/ISTIMEWA
Putri Candrawathi memberikan pengakuan jujur saat disinggung dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadapnya, kepada tim asesmen psikologi LPSK pada Selasa (9/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Terungkap kenapa Putri Candrawathi tak utuh memberikan keterangan saat disinggung urusan dewasa diduga melibatkan Brigadir J

Putri Candrawathi mengajukan permohonan ke LPSK sebagai korban dugaan pelecehan dan pengancaman Brigadir J yang tak lain ajudan suaminya, Irjen Ferdy Sambo.

Giliran datang meminta asesmen psikologi di rumahnya Jalan Saguling III, Kompleks Pertambangan, Duren Tiga, Jakarta Selatan, LPSK tak mendapat informasi signifikan dari Putri Candrawathi.

Sebanyak 5 orang LPSK tiba menemui Putri Candrawati di rumahnya pukul 10.20 WIB. LPSK menjemput bula karena tim pengacara mengaku kliennya masih trauma sehingga tak mungkin ke kantor LPSK.

Sebenarnya, LPSK tak masalah di mana pun meminta asesmen psikologi Putri Candrawathi asal sebagai pemohon mau memberikan keterangan.

Baca juga: Terkuak, Sosok Ini Kerap Keluar dari Rumah Mertua Ferdy Sambo Setiap Pagi Buat Beli Kopi

Hasil asesmen psikologi ini menjadi pertimbangan LPSK untuk menerima atau menolak permohonan perlindungan untuk Putri Candrawathi. Karena punya batas waktu 30 hari kerja.

Setelah tiga jam, LPSK keluar dari rumah pribadi Ferdy Sambo sekitar pukul 13.30 WIB. Tapi hasilnya dianggap signifikan.

caption: Anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dengan mobil Toyota Fortuner hitam mendatangi rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). Kedatangan pihak LPSK untuk melakukan asesmen psikologis istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, yang mengaku jadi korban pelecehan seksual ajudan Brigadir J.
caption: Anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dengan mobil Toyota Fortuner hitam mendatangi rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). Kedatangan pihak LPSK untuk melakukan asesmen psikologis istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, yang mengaku jadi korban pelecehan seksual ajudan Brigadir J. (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Putri Candrawathi mengajukan permohonan perlindungan pada Kamis (14/7/2022).

Belakangan terungkap, Putri Candrawathi tak memberikan keterangan utuh karena mengaku malu memberi keterangan kepada tim psikolog LPSK.

"Malu Mba, malu," ucap Putri Candrawathi seperti ditirukan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menyoal hasil yang didapat tim LPSK saat ditemui di LPSK, Rabu  (10/8/2022).

Tim asesmen psikologi LPSK, sambung Edwin Partogi, sempat bertanya apa yang membuat Putri Candrawathi malu mengungkapkan.

"Maunya kenapa, kita enggak tahu," sambung Edwin Partogi.

Baca juga: Almarhum Lindungi Ibu Putri, Makanya Nyawanya Hilang Ucap Bibi Brigadir J, Pelecehan Cuma Alibi?

LPSK menyatakan, terlepas status hukum dan permohonan perlidungan, Putri Candrawathi memang membutuhkan penanganan medis dari psikiater.

Menurut Edwin Partogi, penanganan medis atas kondisi Putri Candrawathi ini bisa didapat tanpa perlu permohonan perlindungannya disetujui.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved