Serikat Ojol Ikut Demo Tolak Omnibus Law: Lelah jadi 'Sapi Perah' Aplikator
Lily mengungkapkan, para pengemudi ojol baik roda dua maupun empat, yang tergabung ke dalam SPAI telah jenuh menjadi
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kelompok pengemudi ojek online atau ojol dari Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) ambil bagian dalam unjuk rasa buruh di depan gedung DPR/MPR RI,Senayan, Jakarta, pada Rabu (10/8/2022).
Seperti kelompok buruh lainnya, serikat buruh ojol juga menyuarakan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja.
Selain menolak Omnibus Law Cipta Kerja, SPAI memiliki sejumlah tuntutan lainnya.
Ketua SPAI, Lily Pujiati mengatakan tuntutan itu ialah soal kesejahteraan para pengemudi ojek online roda dua maupun empat.
"Karena kami selama ini dijadikan sapi perah oleh aplikator. Bagaimana kami jungkir balik di jalan, tapi aplikator dengan semena-mena memperlakukan kami," katanya kepada TribunJakarta.com di Senayan pada Rabu (10/8/2022).
Untuk itu, ia bersama sekitar 100 massa dari SPAI ikut berunjuk rasa menuntut pemerintah.
Baca juga: Penentuan UMK Bekasi 2022 Pakai UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Buruh Tolak Keras: Pemerintah Ngaco
Lily mengungkapkan, para pengemudi ojol baik roda dua maupun empat, yang tergabung ke dalam SPAI telah jenuh menjadi sapi perah aplikator.
"Dengan tarif segitu rendahnya, aplikator mengambil sebanyak 20 persen dari hasil kerja kami. Sedangkan kami tidak punya hak apapun. Kami hanya dijejalkan kewajiban-kewajiban. Bahkan ketika kami melewati satu orderan, malah kena suspend," pungkasnya.
Baca juga: Banding Putusan UMP DKI 2022, Anies Baswedan Singgung Pertumbuhan Ekonomi di Jakarta
Pengamatan TribunJakarta.com pada Rabu (10/8/2022) pukul 12.08 WIB, massa buruh mulai memadati Jalan Gatot Subroto tepatnya dekat jembatan layang dekat pintu 10 kompleks Gelora Bung Karno (GBK).
Sementara arus lalu lintas di jalan tersebut mengalami kemacetan.