Siap-Siap! Pemprov DKI Beri Kartu Merah Bagi Pengunjung yang Merusak Fasilitas Tebet Eco Park

Ia mengatakan pemberian kartu merah ini sebagai kebijakan baru bagi pengunjung Tebet Eco Park, selain penggunaan aplikasi JAKI.

Pebby Ade Liana/TribunJakarta.com
Tebet Eco Park ramai pengunjung pada Sabtu (30/4/2022) pagi. (1) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta bakal menerapkan kartu merah untuk pengunjung yang merusak fasilitas di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan.

"Jadi kita terapkan itu, tapi sedang kita matangkan, karena itu melalui sistem yang sedang kita siapkan," Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, Selasa (16/8/2022).

Namun, untuk saat ini penerapan kartu merah tersebut belum diterapkan.

Sebab, pihak Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan pematangan sistem.

"Ya sambil berjalan, ini kan baru buka. Kan kita juga masuk ke dalam sistem baru. Pendaftaran melalui Jaki juga kan baru ya. Jadi ini kita membuat sistem ini secara bersama-sama, karena kan kita harus lihat kalau dia menggunakan NIK seperti apa," pungkasnya.

Baca juga: Pernah Diserbu 60 Ribu Orang Sehari, Kapasitas Pengunjung Tebet Eco Park Bakal Bertambah Bertahap

Baca juga: Tebet Eco Park Miliki Fasilitas Baru, Ada Barbeque Area hingga Pet Park

Diwartakan sebelumnya, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta siapkan kartu merah untuk pengunjung yang merusak fasilitas di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati.

Suasana Tebet Eco Park di Jalan Tebet Barat Raya, Jakarta Selatan, saat pengunjung membludak.
Suasana Tebet Eco Park di Jalan Tebet Barat Raya, Jakarta Selatan, saat pengunjung membludak. (YouTube)

Ia mengatakan pemberian kartu merah ini sebagai aturan atau kebijakan baru bagi pengunjung selain penggunaan Jakarta Kini (JAKI) ketika masuk ke Tebet Eco Park.

"Ada semua dan semua kita atur dengan aturan baru, supaya kita ke taman itu mulai dari tap sudah disiplin. Kemudian semua aturan nanti ada ketika orang itu mulai daftar di JAKI itu sudah dibuka dan kita sudah bisa baca aturan-aturan permainan di sana aturan yang tidak boleh," ucapnya di Balai Kota DKI, Senin (4/7/2022).

"Kemudian kita juga siapkan board di sana juga dan kita juga membuat kartu penalti, kartu merah. Kan mereka kita awasi kalau mereka merusak kita langsung kasih kartu merah," sambungnya.

Melalui pengawasan, kartu merah ini bakal diberikan langsung kepada pengunjung yang melanggar aturan di Tebet Eco Park.

Kemudian dilanjut dengan surat teguran yang akan dikirimkan ke email milik pengunjung. Di mana email ini sebelumnya sudah terdaftar di aplikasi JAKI.

Baca juga: Jakpro Salahkan The Jakmania Pagar Tribun JIS Bisa Roboh: Fungsinya Bukan Buat Diduduki

Sebagai sanksi, pengunjung tersebut tidak diizinkan untuk masuk ke Tebet Eco Park dalam kurun waktu tiga bulan.

"Ya, fisik kartu merah ke pengunjung, kan sudah terawasi karena dengan adanya jumlah yang dibatasi, maka mudah untuk diawasi. Sehingga, apabila merusak, kami akan kasih kartu merah dan selanjutnya kami akan kasih surat teguran, surat pelanggaran kepada yang bersangkutan melalui email. Kan waktu mereka daftar JAKI ada email yang melanggar itu. Selama tiga bulan tidak boleh masuk taman Tebet Eco Park," terangnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved