Dinkes DKI Gencar Lakukan Tracing, 3 Warga DKI Kontak Erat Dengan Pasien Pertama Cacar Monyet

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan, pihaknya terus menggencarkan tracing kontak erat cacar monyet Jakarta.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Nur Indah Farrah Audina / Tribun Jakarta
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti saat diwawancara awak media di Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021). Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut ada tiga orang yang tercatat melakukan kontak erat terhadap pasien pertama cacar monyet. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut ada tiga orang yang tercatat melakukan kontak erat terhadap pasien pertama cacar monyet di Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengumumkan adanya temuan kasus pertama terkonfirmasi cacar monyet atau monkeypox di Indonesia pada tanggal 20 Agustus 2022 lalu.

Kasus monkeypox pertama di Indonesia itu, ditemukan pada seorang pasien laki-laki berusia 27 tahun yang mengalami keluhan kesehatan beberapa hari setelah kembali ke Indonesia pasca perjalanan wisata ke negara di Eropa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan, pihaknya terus menggencarkan tracing kontak erat cacar monyet, sebagai upaya kewaspadaan terhadap penularan penyakit tersebut.

"Sebelum ditemukannya kasus pertama ini, kami sudah pernah menerima laporan dan melakukan penyelidikan epidemiologi pada 11 orang terduga yang ditemukan sejak 20 Mei 2022, yang semuanya setelah melalui pemeriksaan laboratorium diketahui negatif cacar monyet,"

"Hal ini sebagai bagian dari upaya menemukan kasus sedini mungkin, agar dapat dilakukan pemutusan rantai penularan dengan segera," kata Widyastuti, Senin (22/8/2022).

Baca juga: Cacar Monyet Masuk Indonesia, Pemkab Tangerang Mulai Waspadai Pengawasan Taman Monyet Solear

Sejauh ini kata Widyastuti, Dinkes DKI Jakarta menemukan tiga orang kontak erat, terhadap pasien pertama monkeypox di Indonesia.

Namun, disebutkan ketiganya dalam kondisi baik dan tidak mempunyai keluhan kesehatan sampai saat ini.

Iapun memastikan, bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi pasien dan juga seluruh kontak eratnya dalam pencegahan penularan.

"Pasien cukup kooperatif dan terbuka dengan tim kami. Kondisi pasien juga sudah membaik,” tuturnya.

Perlu diketahui, gejala cacar monyet umumnya diawali dengan demam, sakit kepala dan pembengkakan kelenjar getah bening yang ditemukan di leher, ketiak atau lipat paha (selangkangan).

Selain itu, gejala umum ini biasanya juga dapat disertai dengan keluhan nyeri otot, sakit punggung, hingga rasa lelah yang berkepanjangan.

Widyastuti pun menjelaskan, setelah 1-3 hari sejak demam, gejala biasanya akan disusul dengan munculnya ruam pada kulit di beberapa bagian tubuh, berbentuk bintik merah seperti cacar, melepuh kecil berisi cairan bening atau berisi nanah yang kemudian menjadi keropeng dan rontok.

Selain dapat menular melalui kontak langsung dari hewan yang sakit ke manusia, cacar monyet juga dapat ditularkan antarmanusia maupun melalui benda yang terkontaminasi oleh virus. 

Kendati demikian, penularan cacar monyet antarmanusia tidaklah mudah.

Penularan dari manusia ke manusia dapat melalui kontak erat dengan droplet, cairan tubuh atau kontak langsung kulit ke kulit yang terdapat ruam, termasuk melalui kontak seksual.

Penularan juga dapat terjadi melalui kontak tidak langsung pada benda yang terkontaminasi, seperti pakaian, tempat tidur, handuk atau peralatan makan/piring yang belum dicuci.

Mengenai hal ini, ia pun mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap selalu waspada.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved