Lagi Salat Pintu Rumah Didobrak, Kakek Sarijan Langsung Dipukuli, 6 Oknum Polisi Kena Karmanya

Kakek Sarijan tewas setelah dianiaya oknum polisi yang menggerebek rumahnya di Banjar. Saat itu korban sedang salat dan tak melawan saat dianiaya.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Ilustrasi Pengeroyokan dan Oknum Polisi. Kakek Sarijan tewas setelah dianiaya oknum polisi yang menggerebek rumahnya di Banjar. Saat itu korban sedang salat dan tak melawan saat dianiaya. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANJAR - Istri Kakek Sarijan berinisial J tak akan melupakan penggerebekan maut yang menimpa suaminya di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

J mengingat suaminya yang telah berusia 60 tahun itu sedang melaksanakan salat saat tim Satresnarkoba Polres Banjar mendatangi rumahnya di Desa Tatah Pamangkih pada bulan Januari 2022 silam.

Penggerebekan itu berakhir dengan tewasnya Kakek Sarijan setelah dianiaya oknum polisi yang mendatangi rumahnya.

Kini, enam oknum polisi itu terkena karma menjadi tersangka setelah hasil autopsi keluar.

Diketahui, sang istri menyaksikan sendiri suaminya babak belur dipukuli oknum polisi.

Baca juga: Perempuan yang Tewas Lompat dari Lantai 7 Mal Kuningan City Diduga Bunuh Diri, Aksinya Terekam CCTV

Wajah Kakek Sarijan luka-luka sampai berdarah. Saat itu, Kakek Sarijan tidak melakukan perlawanan apapun saat ditangkap.

“Suamiku lagi salat saat itu, dan pada saat pintu didobrak kami mendengar tembakan peringatan,” kata J, istri Sarijan.

Ilustrasi polisi dikeroyok
Ilustrasi polisi (net)

J tak terima tindakan polisi yang memperlakukan suaminya tidak manusiawi.

"Padahal dia tak melawan," singkatnya.

Saat kejadian, kakek Sarijan dibawa ke rumah sakit setelah dipukuli oknum polisi.

Namun, nyawanya tak tertolong sesaat setelah mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Nahas, Perempuan Tewas Diduga Lompat dari Lantai 7 Mal Kuningan City Jakarta Selatan

Dikutip dari Kompas.com Keluarga SA yang tak terima kemudian melapor ke Bidang Propam Polda Kalsel dengan membawa seorang pengacara.

Kuasa hukum keluarga Sarijan, Kamarullah mengungkapkan alasan pihak keluarga melaporkan kasusnya ke Propam Polda Kalsel untuk mendapatkan keadilan.

Kamarullah mengatakan, saat penggerebekan, korban sama sekali tak melawan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved