Pemprov DKI Bangun Penahan Banjir Rob dari Karung Pasir di Pesisir Marunda
Tumpukan karung berisi pasir yang diperkuat dengan cerucuk kayu dolken ini menjadi solusi sementara lantaran dapat menahan limpasan air laut ke darata
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memasang tanggul buatan berupa kisdam alias jejeran tumpukan karung berisi pasir yang diperkuat dengan cerucuk kayu dolken.
Pemasangan kisdam sebagai antisipasi banjir rob ini dilakukan di muara Kali Blencong, RW 07 Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara yang berdekatan dengan situs bersejarah Rumah Si Pitung.
Camat Cilincing Anita Permata Sari menjelaskan, kisdam menjadi solusi sementara dalam penanggulangan rob di kawasan RW 07 Kelurahan Marunda.
"Itu semua difungsikan sebagai sandbag wall yang menjadi solusi sementara penanggulangan limpasan kenaikan muka air laut yang kerap menggenangi kawasan pemukiman penduduk dan Markas Unit Patroli Air Marunda Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Metro Jaya," kata Anita, Kamis (25/8/2022).
Tumpukan karung berisi pasir yang diperkuat dengan cerucuk kayu dolken ini menjadi solusi sementara lantaran dapat menahan limpasan air laut ke daratan.
Baca juga: Istimewanya Masjid Al Alam Marunda, Tak Pernah Terendam Banjir Rob Meski Sangat Dekat dengan Laut
Limpasan air itu biasanya masuk melalui celah tanggul pengaman pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Kali Blencong.
Adapun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melaksanakan pemasangan kisdam ini sejak 20 Juni 2022 lalu.
Kasudin Sumber Daya Air Jakarta Utara Adrian Mara Maulana menjelaskan, kisdam yang dibuat sepanjang 170 meter dengan ketinggian 120 sentimeter mampu menahan limpasan kenaikan muka air laut.Ditargetkan pembuatan kisdam rampung pada pertengahan September 2022.
"Kami sudah mengukur ketinggian maksimal rob. Ada selisih 30 sentimeter sampai dengan 40 sentimeter dari ketinggian 120 sentimeter kisdam yang kami buat," ucap Adrian.
"Kisdam ini setidaknya mampu bertahan sampai dengan enam bulan ke depan," sambungnya.
Baca juga: Kali Ciliwung Meluap, Untuk Ke Sekian Kali Warga Kebon Pala Terendam Banjir
Baca juga: Bela Anies Dikritik Sibuk Pamer JIS Ketimbang Urus Banjir, Wagub Ariza: Jakarta Makin Berprestasi
Selanjutnya untuk solusi permanen, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta akan membangun tanggul permanen berikut pintu air yang menghubungkan celah tanggul raksasa NCICD dengan saluran air di pemukiman warga.
Selain berfungsi menahan luapan air laut, pembuatan tanggul dan pintu air tersebut juga menjadi akses keluar masuk perahu nelayan dan kapal dinas milik Direktorat Polairud Polda Metro Jaya.