Breaking News:

Santri Tewas Dikeroyok Senior

Hasil Autopsi Santri Tewas Dikeroyok 12 Temannya, Polisi Sebut Banyak Luka Lebam di Badan Korban

Dari fakta di atas, Zain menarik kesimpulan bahwa 12 santri yang jadi tersangka tersebut menganiaya RAP menggunakan tangan dan kaki.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos aka Abdul Qodir
TribunJakarta.com/ (Ega Alfreda)/Kompas Tv
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho tentang hasil autopsi jenazah RAP (13), santri Pondok Pesantren Darul Quran Lantaburo, yang tewas dikeroyok oleh 12 orang teman sesama santri. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Santri tewas karena dikeroyok 12 temannya di Kota Tangerang ditemukan banyak luka lebam di sekujur tubuhnya.

Sebagaimana diketahui, Sabtu (27/8/2022) sekira pukul 08.30 WIB seorang santri berinisial RAP (13) meregang nyawa akibat dikeroyok 12 temannya.

Kejadian tersebut terjadi di Pondok Pesantren Darul Quran Lantaburo di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Berdasarkan hasil autopsi dari RSUD Kabupaten Tangerang, terkuak fakta bahwa banyak luka lebam yang menempel di sekujur tubuh RAP (13).

"Dari hasil autopsi itu terjadi kekerasan benda tumpul baik itu di bagian kepala, wajah, dada, dan beberapa bahu," papar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho di kantornya, Senin (29/8/2022).

Baca juga: Terjadi Lagi, Santri Tewas Dikeroyok 12 Temannya di Tangerang Gegara Dinilai Tidak Sopan ke Senior

Dari fakta di atas, Zain menarik kesimpulan bahwa 12 santri yang jadi tersangka tersebut menganiaya RAP menggunakan tangan dan kaki.

"Termasuk membenturkan kepala ke dinding tembok dan lantai," sambung Zain.

Ilustrasi pengeroyokan
Ilustrasi pengeroyokan (Aro/Grid Oto)

Ia melanjutkan, pihaknya telah menetapkan 12 santri yang melakukan pengeroyokan sebagai tersangka.

"Dari beberapa saksi dan orang yang kita lakukan amankan, ada 12 anak kita tetapkan sebagai pelaku atau tersangka karena diduga telah melakukan tindakan kekerasan terhadap anak," kata Zain.

Dengan kata lain, para tersangka disebut anak berhadapan hukum (ABH) karena masih di bawah umur.

Ke-12 santri yang dijadikan ABH adalah AI (15), BA (13), FA (15), DFA (15), TS (14), S (13), RE (14), DAP (13), MSB (14), BHF (14), MAJ (13) dan RA (13).

Namun, 12 anak tersebut, polisi hanya melakukan penahanan terhadap 5 orang.

Baca juga: Miris! Bocah 4 Tahun di Cakung Tewas Usai Terjatuh dari Lantai 11 Rusun

Sementara, tujuh orang lainnnya tidak ditahan atau dititipkan ke orang tua masing-masing.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved