Pencegahan Cacar Monyet, Bandara Soetta Perketat Kesehatan Awak dan Penumpang Dari Luar Negeri
Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan kesehatan terhadap awak dan penumpang pesawat yang tiba dari luar negeri.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Elga H Putra
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan kesehatan terhadap awak dan penumpang pesawat yang tiba dari luar negeri.
Juga penumpang yang melalukan perjalanan dalam negeri sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit cacar monyet (monkeypox).
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Darmawali Handoko mengatakan, pengawasan kesehatan dilakukan dengan pengamatan visual.
Pengamatan dilakukan untuk melihat apakah ada gejala monkeypox pada awak dan penumpang rite internasional yang baru mendarat dan akan terbang di Bandara Soekarno-Hatta.
"Gejala utama Monkeypox adalah adanya ruam merah kulit di sekitar wajah dan anggota badan lainnya serta adanya bengkak kelenjar getah bening di area sekitar leher," jelas Handoko melalui pesan singkat, Senin (29/8/2022).
Baca juga: Tangerang Selatan Juga Siapkan Rumah Lawan Covid-19 Sebagai Lokasi Isolasi Pasien Cacar Monyet
Selain itu, gejala yang mungkin saja terjadi antara lain suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, nyeri sendi dan otot, serta tampak kurang sehat.
"Hal ini berbeda dengan Covid-19 dimana demam masih menjadi salah satu gejala utama," sambung Handoko.
Pengawasan terhadap tanda dan gejala visual tersebut sebagian besar juga dapat terdeteksi pada saat pelaku perjalanan melakukan proses check-in untuk memproses keberangkatan.
Setelah proses check-in dimana pelaku perjalanan diminta untuk membuka masker, dan proses pemeriksaan Imigrasi saat pelaku perjalanan melakukan pemeriksaan paspor.
"Hal ini termasuk juga dengan awak pesawat yang harus melalui thermal scanner dan pengamatan secara visual," paparnya.
Nantinya, apabila petugas bandara menemukan tanda dan gejala Monkeypox, dapat langsung melaporkan kepada petugas KKP.
Baca juga: Wagub DKI Ungkap Kondisi Terkini Pasien Cacar Monyet di Indekos: Sedang Menjalani Proses Ini
Kemudian, petugas KKP akan melakukan pemeriksaan mendalam.
Jika mengarah kepada gejala Monkeypox maka penumpang maka akan dilakukan prosedur dan dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan.
KKP Kemenkes bersama dengan seluruh stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta juga melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran monkeypox.
Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan AP II sebagai pengelola bandara mendukung penuh upaya pencegahan penyebaran monkeypox.
Penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta saat ini dilayani melalui Terminal 3.
Di Terminal 3 sudah dilengkapi thermal scanner yang dapat mendeteksi suhu tubuh setiap awak dan penumpang pesawat secara bersamaan.
"Awak dan penumpang pesawat ketika baru mendarat dari luar negeri dipastikan akan melalui thermal scanner tersebut dan pengamatan secara visual. Ketika diketahui ada awak dan penumpang dengan suhu di atas yang telah ditetapkan, maka thermal scanner akan memberi peringatan kepada personel KKP Kemenkes," ujar Agus Haryadi.
Bandara Soekarno-Hatta juga menyiapkan ruang isolasi yang dilengkapi berbagai peralatan dan perlengkapan guna tempat isolasi apabila ada awak dan penumpang pesawat yang suspek terpapar monkeypox.
Agus Haryadi menuturkan seluruh stakeholder Bandara Soekarno-Hatta berkolaborasi dan bersinergi penuh dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran monkeypox.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/terminal-3-padat-penumpang.jpg)