Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Percaya Diri di Sidang Kode Etik, Ferdy Sambo Punya Sisi Lain Tak Biasa, Punya Trauma Masa Lalu?

Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dinilai sosok cerdas, determinan, tempramen. Tapi ada sisi lain coba dipendamnya. Terkait trauma masa lalu?

Kolase Foto Tribun Jakarta
Kiri-kanan: Grafolog Tessa Sugito, tulisan tangan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Menurut analisisnya, Ferdy Sambo dinilai sosok cerdas, determinan, temperamen. Tapi ada sisi lain yang coba dipendamnya, yaitu terkait trauma masa lalu. 

"Atau fantasi seksual yang lain dari biasanya atau unkonvensioal, atau bisa dibilang fantasi seksual di luar norma yang umum," Tessa Sugito melanjutkan analisisnya.

Tessa Sugito mengungkapkan tanda tangan itu sebenarnya bisa diartikan aalah branding atau pencitraan yang terlihat sekilas.

Surat tulisan tangan permintaan Ferdy Sambo kepada Polri dan rekan-rekannya yang terseret kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Surat tulisan tangan permintaan Ferdy Sambo kepada Polri dan rekan-rekannya yang terseret kasus pembunuhan berencana Brigadir J. (Istimewa via Tribunnews)

"Jadi sebagai grafolog, tetap harus membandingkan dengan tulisan asli dari penulisnya, untuk mengambil analisis yang lebih holistik," kata Tessa Sugito.

Ia menjelaskan di tanda tangan Ferdy Sambo juga tampak memiliki under line atau garis bawah yang memiliki arti bagus.

Biasanya penulis-penulis seperti ini, termasuk Ferdy Sambo, memang memiliki jiwa leadership atau kepemimpinan yang baik.

"Terus juga mandiri dan bisa mengambil keputusan dengan cepat. Jadi kalau kita bandingkan dengan tadi analisis tulisannya ya sesuai, karena dia memiliki pola pikir yang cerdas," ujarnya.

Trauma Masa Lalu?

Selain itu, Tessa Sugito mengulik kehidupan Ferdy Sambo sebenarnya menyimpan trauma masa lalu atau ketakutan masa lalu yang sulit dilupakan.

"Itu terlihat dari margin suratnya itu, ada jarak yang jauh dari sisi kiri. Ini ciri-ciri Beliau memiliki trauma atau ketakutan akan masa lalunya, dan mencoba menutupi atau lari dari kejadian masa lalu itu," kata Tessa Sugito.

Baca juga: Apakah Mungkin Banding Ferdy Sambo Usai Dipecat Diterima? Mantan Kabareskrim Ungkap Analisanya

Tessa Sugito menjelaskan dari hasil penelitian, akurasi grafologi atas karakter dan sifat seseroang mencapai 85 persen ke atas.

"Itu juga kembali ke jam terbang Grafolognya. Tapi berdasarkan penelitian dan data statistik, akurasinya mencapai 85 persen ke atas," katanya.

Apakah hasil analisis grafologi tulisan tangan ini bisa dipakai untuk penyidikan, menurut Tessa Sugito sangat mungkin sebagai opini ahli dalam menilai karakter seseorang.

Grafolog atau ahli analisa tulisan tangan, Tessa Sugito menganalis tulisan Ferdy Sambo
Grafolog atau ahli analisa tulisan tangan, Tessa Sugito menganalis tulisan Ferdy Sambo (Akun YouTube Kompas TV)

"Apakah bisa dipakai sebagai bukti atau pendukung, saya tidak tahu bagaimana hukum di Indonesia melihat hal ini. Jadi saya kembali menyerahkannya ke polisi atau penegak hukum," kata dia.

Terkait isi tulisan surat, kata Tessa Sugito, sebenarnya seorang grafolog biasanya menghindari isi atau cerita di dalam surat agar tidak bias dalam penilaian.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved