Camat Sampai Buka Suara, Ini Penyebab Angka Kesakitan DBD di Pasar Rebo Tertinggi se-Jakarta Timur

Camat Pasar Rebo Mujiono mengatakan tingginya angka kesakitan DBD di wilayahnya dapat mencapai 10,78 karena disebabkan sejumlah faktor.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Tribunnews
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. Kecamatan Pasar Rebo angkat bicara terkait incindence rate (IR) atau angka kesakitan demam berdarah dengue (DBD) yang menjadi paling tinggi se-Jakarta Timur. 

"Kecepatan IR dalam tiga minggu terakhir terlihat Kecamatan Pasar Rebo menduduki urutan tertinggi. Setelah itu Kecamatan Matraman dan Kecamatan Jatinegara," kata Anwar, Rabu (31/8/2022).

Berdasar data Pemkot Jakarta Timur jumlah kasus DBD di Pasar Rebo sebanyak 260 kasus, sementara kecepatan angka kesakitan Matraman tercatat 7,88 dengan jumlah kasus 120.

Kecepatan angka kesakitan DBD di Jatinegara tercatat 6,13 dengan jumlah kasus 136, kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Cipayung tercatat 5,94 dengan jumlah 119 kasus.

Kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Ciracas 5,46 dengan jumlah 153 kasus, kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Cakung 4,27 dengan jumlah kasus 336.

Kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Kramat Jati 3,82 dengan jumlah kasus 129, kecepatan angka kesakitan di Kecamatan Duren Sawit 3,40 dengan jumlah kasus 266.

Kemudian kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Makasar 2,70 dengan jumlah kasus 69, dan kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Pulogadung 1,30 dengan jumlah kasus 103.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved