INSPIRA Sebut Kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sangat Optimal

PB INSPIRA menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan kinerja yang sangat optimal sesuai dengan slogan presisi. Ini alasannya.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah genap 20 bulan menjabat sebagai Kapolri sejak dilantik pada 27 Januari 2021.

Presiden Joko Widodo melantik lulusan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 itudi Istana Negara.

Ketua Umum Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) Rizqi Fathul Hakim, menilai bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan kinerja yang sangat optimal sesuai dengan slogan presisi.

"Kita lihat bahwa Kapolri memiliki komitmen kuat dalam penegakkan hukum di tanah air yang objektif, transparan, tanpa pandang bulu. Polri dibawah kepemimpinan Listyo Sigit banyak menggunakan pendekatan restorative justice," kata Rizqi dalam keterangan tertulis, Jumat (2/9/2022).

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Rabu (24/8/2022).
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Rabu (24/8/2022). (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Ia mengatakan restorative justice atau keadilan restoratif tidak berdampak pada konflik sosial, tidak berpotensi memecah belah bangsa, tidak bersifat radikalisme dan separatisme serta bukan pengulangan pelaku tindak pidana berdasarkan putusan Pengadilan.

Data sepanjang tahun 2021 hingga Maret 2022, Polri telah berhasil menyelesaikan 15.039 perkara dengan Restorative Justice.

Menurut Rizqi, data ini menunjukan perkembangan dari tahun sebelumnya sebesar 9.199 kasus.

Ia lalu mengingatkan Jenderal Listyo Sigit sejak awal Kapolri menjabat langsung mengusung slogan “Polri Presisi” yang membangkitkan semangat masyarakat atas kepercayaannya terhadap Polri.

Slogan Presisi merupakan akronim dari prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

"Harapan masyarakat atas keamanan, kenyamanan dan keadilan terpupuk pada institusi Polri dibawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit," katanya.

Dalam implementasinya, kata Rizqi, sederet kasus yang terbilang bukan kasus kecil bisa ditangani dengan cepat dan tepat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjenguk Sinta AUlia di RS Polri, Minggu (20/2/2022).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjenguk Sinta AUlia di RS Polri, Minggu (20/2/2022). (Polri)

Ia mencontohkan kasus tersebut diantaranya adalah menangkap buron Interpol asal Rusia di Bali, membongkar peredaran uang asing palsu senilai 2,8 Triliun di Banyuwangi, mengungkap ladang ganja 12 hektar di Mandailing Natal, menggagalkan penyelundupan ratusan ribu benur ke Singapura.

Tak hanya itu, Polri juga berhasil menangkap puluhan terduga teroris pasca bom Gereja Makassar, menetapkan tersangka pelaku penistaan agama Josep Paul Zhang seorang youtuber yang mengaku nabi, menindaktegas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, membongkar investasi illegal EDCCash ratusan milyar rupiah, menangkap penyebar hoax yang meresahkan publik, mengungkap jaringan narkoba Internasional asal Timur Tengah-Malaysia-Indonesia dengan barang bukti sabu sebanyak 2,5 ton atau senilai Rp 1,2 triliun.

"Akhir- akhir ini pun pemberantasan peredaran gelap narkoba kelas internasional di tanah air terus menerus terungkap, pun juga tegas arahan dari Kapolri untuk memberantas judi apapun bentuknya," tutur Rizqi.

Saat ini, kata Rizqi, Polri dihadapkan dengan problematika internal yang melibatkan eks Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo atas kasus yang menewaskan Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved