Keberatan Harga Baru BBM, Sopir Angkot Bekasi Bakal Naikkan Tarif Penumpang
Sopir angkot bakal menaikkan tarif penumpang imbas kenaikan harga BBM. Begini pengakuan pengusaha angkot di Bekasi.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak pada pemasukan angkutan kota (Angkot) di Bekasi.
Hal ini lantaran biaya operasional sopir angkot bertambah.
Mulyono Pengusaha Angkot K25 Jurusan Rawapanjang - Pulogebang mengatakan konsumsi bensin mencapai 30 liter per hari sebelum harga BBM naik.
"Yang jelas dia (supir) pasti keberatan, karena harus cari untuk nutupin naiknya, kan gede tuh naiknya BBM Rp200 sekian," kata Mulyono saat dikonfirmasi, Minggu (4/9/2022).
Pihaknya selaku pemilik angkot belum berniat menaikan setoran.
Baca juga: Pemilik Warteg Se-Nusantara Bersiap Menaikkan Harga Lauk Imbas Kenaikan BBM
Hingga kini, setiap hari sopir wajib memberikan uang sewa sebesar Rp120 ribu.
"Kasihan sopirnya, kita mau naikin setoran enggak mungkin," ujarnya.

Sopir, lanjut dia, dipastikan bakal menaikan harga tarif penumpang untuk menutup biaya operasional akibat kenaikan BBM.
Tarif saat ini yang berlaku Rp5.000 untuk jarak dekat dan Rp7.500 untuk jarak jauh.
Baca juga: LaNyalla Sesalkan Kenaikan Harga BBM: Subsidi Itu Kewajiban Negara
"Paling tidak dengan cara menaikkan tarif, karena sopir juga hari cari lebih buat setoran sama buat operasional BBM-nya," jelas dia.
Tarif yang mungkin diberlakukan di kisaran Rp7.500 untuk jarak dekat dan Rp10.000 per penumpang untuk jarak jauh.