Wagub Ariza Wanti-wanti Masyarakat yang Mau Demo Kenaikan Harga BBM: Jangan Anarkis!

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mewanti-wanti masyarakat untuk tak anarkis saat demo kenaikan harga BBM. Ini pesan Wagub DKI.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2022). Ahmad Riza Patria mewanti-wanti masyarakat untuk tak anarkis saat demo kenaikan harga BBM. Ini pesan Wagub DKI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mewanti-wanti masyarakat untuk tak anarkis saat melakukan unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah pusat menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal ini diungkapkan Wagub Ariza menanggapi rencana aksi demo yang akan dilakukan sejumlah elemen masyarakat dalam beberapa hari ke depan.

"Kami hanya minta kepada masyarakat Jakarta, mari kita sikapi semua ini secara baik, secara bijak, kenaikan BBM ini. Jangan sampai ada unjuk rasa yang berujung anarkis," ucapnya di Balai Kota, Senin (5/9/2022).

Ariza khawatir, aksi penyampaian pendapat yang seharusnya berjalan dengan damai dan tertib justru ditunggangi oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Sarana dan prasarana umum yang sudah dibangun Pemprov DKI untuk kepentingan warganya pun dikhawatirkan malah dirusak.

Baca juga: BLT Subsidi BBM untuk 4 Bulan, PKS Anggap Hadiah Hiburan dari Pemerintah

"Kota Jakarta yang sudah kami bangun selama ini jangan sampai dirusak oleh kelompok orang-orang yang memboncengi," ujarnya.

"Hati-hati semuanya dan kami berharap sikapi secara baik, secara bijak. Jangan sampai ada kelompok, golongan, oknum yang membonceng dalam setiap aksi," sambungnya.

Orang nomor dua di DKI ini pun meminta masyarakat tak khawatir dengan kenaikan BBM ini.

Menurutnya, pemerintah pusat sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak sosial dari kebijakan tersebut.

Baca juga: Harga BBM Naik, Organda Prediksi Tarif Angkutan Umum di Jakarta Naik Hingga 17,5 Persen

Kebijakan Presiden Joko Widodo yang menuai penolakan dari masyarakat ini pun disebut Ariza mau tak mau harus dilakukan lantaran krisis ekonomi yang terjadi.

Apalagi, ratusan triliun sudah digelontorkan pemerintah untuk subsidi BBM.

"Jadi tidak ada pilihan bagi pemerintah pusat kecuali menaikan. Namun, diiringi dengan bantuan langsung tunai kepada masyarakat," tuturnya.

"Karena selama ini menurut pemerintah pusat subsidi selama ini dinikmati kelompok menengah ke atas. Karena itu, dialihkan subsidinya supaya dinikmati masyarakat tidak mampu," tambahnya menjelaskan.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax per 3 September kemarin mulai pukul 14.30 WIB.

Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.

Disusul, harga Solar subsidi dikerek menjadi Rp 6.800 per liter dari Rp 5.150 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax non subsidi juga naik, dari Rp 12.500 per liter menjadi 14.500 per liter.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved