Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

dr Hastry Jawab Misteri Organ Brigadir J yang Hilang, Ucapan Kamaruddin Simanjuntak Tak Terbukti?

dr Sumy Hastry Purwanti memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut sejumlah organ tubuh Brigadir J menghilang. Ucapan Kamaruddin tak terbukti?

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
TribunJakarta.com
Polwan ahli forensik Kombes dr Sumy Hastry Purwanti memberikan penjelasan terkait dugaan organ tubuh Brigadir J yang menghilang. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Polwan ahli forensik Kombes dr Sumy Hastry Purwanti memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut sejumlah organ tubuh Brigadir J menghilang.

Mulanya dr Hastry menjelaskan berdasarkan hasil autopsi yang pertama dan kedua, ditubuh Brigadir J hanya ditemukan luka bekas tembakan.

TONTON JUGA

Baca juga: Berkas Tersangka Kasus Brigadir J Dikirim Lagi ke Kejagung, Publik Minta Ferdy Sambo Dihukum Mati

“Saya yakin waktu itu, kita diskusi bareng, tidak ada luka lain selain luka tembak. (Luka penganiayaan) enggak ada,” tegas dr Hastry dilansir dari Youtube VIVACOID, Sabtu (17/9/2022).

Ia pun mengungkap, luka-luka yang disebut ada di tubuh Brigadir J merupakan luka saat proses autopsi dan pasca autopsi

"Karena ada tindakan untuk mengambil peluru yang di dalam tubuh, tindakan untuk memasukkan selang formalin, karena jenazah mau dibawa ke luar pulau harus diawetkan, itu aja,” tegasnya.

Kemudian dirinya pun mengakui diminta pendapat mengenai apakah perlu adanya autopsi kedua.

Baca juga: Uang Rp 200 Juta di Rekening Brigadir J Kembali Jadi Polemik, Pakar Beberkan Analisanya

“Ya kalau untuk kebenaran, untuk memastikan karena memang tidak diragukan lagi ya gak apa-apa autopsi kedua,” jelas dia.

Dirinya juga meyakini bahwa sejak awal proses autopsi sudah dilakukan sesuai SOP.

“Saya juga pernah loh autopsi ulang waktu di Klaten sama timnya Komnas malah, yang teroris. Kita membuktikan ada tidak luka tembak, ternyata tidak ada. Waktu itu, kalau sekarang, ada gak penganiayaan, ternyata hanya luka tembak,” jelasnya.

Sebab kata dia, jika ada luka kekerasan karena penganiayaan maka bisa terlihat.

Proses Ekshumasi atau autopsi ulang jenazah Brigadir J di Jambi, Rabu (27/7/2022).
Proses Ekshumasi atau autopsi ulang jenazah Brigadir J di Jambi, Rabu (27/7/2022). (Tribun Jambi)

Baca juga: Menelisik Penyebab Brigadir J Ditembak Mati, Kamaruddin Tak Segan Ungkap Kelakuan Ferdy Sambo

“Karena kan nanti bisa dibuka videonya, fotonya, saya bisa menilai luka-luka ini.  Kalau memang ada bisa tampak, misalnya ada kekerasan, bekas ikatan, bekas pukulan, bekas ditekan misalnya, pasti ada,” tuturnya.

Jika ada kekerasan dari benda tumpul atau benda tajam lainnya, kata dia, pasti akan dengan mudah diketahui.

“Dan kita meyakinkan waktu itu memang hanya ada luka tembak, tidak ada luka-luka kekerasan sama sekali yang diduga proses penganiayaan kata masyarakat,” bebernya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved