Kasus DBD di Jakarta Utara Meningkat 3 Kali Lipat Pada Tahun 2022, Dinkes: Tidak Ada Kasus Kematian
Kasus DBD di Jakarta Utara meningkat tiga kali lipat pada tahun 2022. Peningkatan cukup signifikan dibanding tahun lalu yang hanya 368 kasus DBD.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Utara meningkat tiga kali lipat pada tahun 2022.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Lysbeth Regina Pandjaitan mengatakan, peningkatan cukup signifikan dibanding tahun lalu yang hanya 368 kasus DBD.
"Terjadi peningkatan kasus (DBD) dari tahun sebelumnya dengan jumlah kasus di tahun 2021 yaitu 368 kasus dan tahun 2022 sebanyak 1.150 kasus," kata Lysbeth, Selasa (20/9/2022).
Lysbeth menjabarkan, periode Januari hingga September 2022 terdata sebanyak 1.286 berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi positif dan negatif.
Dari catatan Sudinkes Jakarta Utara, Kecamatan Kelapa Gading menjadi wilahah dengan tingkat kasus DBD tertinggi dengan 81,12 persen.
Baca juga: Antisipasi DBD, Ketua TP PKK Jakut Imbau Warga Jadi Jumantik Mandiri di Rumah Masing-masing
Namun, secara umum Lysbeth memastikan dari ribuan kasus yang terdata selama sembilan bulan belakangan, belum ada pasien DBD yang meninggal dunia.
"Tidak ada kasus kematian di tahun ini akibat DBD," ucap Lysbeth.
Menyikapi peningkatan kasus DBD yang signifikan tahun ini, Lysbeth mengimbau warga untuk aktif melakukan pencegahan, terutama dengan 3 M plus.
3M plus meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, hingga memanfaatkan kembali barang bekas.

Lysbeth juga meminta masyarakat untuk langsung mengunjungi laboratorium apabila terkena gejala demam.
"Jika ada (kasus) demam di masyarakat, dianjurkan cek laboratorium ke fasilitas kesehatan masing-masing yang terdekat," tutup dia.