Kenaikan Harga BBM

Buruh Desak Anies Baswedan dan DPRD DKI Dukung Tuntutan, Ancam Gelar Aksi Nasional Jika Tak Digubris

Bila tuntuan di depan kantor Anies Baswedan tak digubris, massa buruh mengancam bakal menggelar aksi nasional di depan Istana Negara pada 4 Oktober

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah
Suasana unjuk rasa massa dari Partai Buruh dan organisasi serikat buruh di depan kantor Gubernur Anies Baswedan, Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, rabu (21/9/2022). Massa mengancam bakal menggelar aksi nasional di depan Istana Negara pada 4 Oktober 2022 jika tuntutan soal penolakan kenaikan harga BBM, kenaikan UMP DKI Jakarta 2023 serta penolakan penggunaan UU Cipta Kerja sebagai acuan kenaikan UMP, tidak digubris. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Partai Buruh dan organisasi serikat buruh desak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan DPRD DKI dukung tiga tuntutan mereka.

Sebagai informasi, massa buruh kembali geruduk Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Dimulai pukul 10.20 WIB, massa buruh mulai menyampaikan orasi dan tuntutan mereka.

Adapun tiga tuntutan tersebut yakni, menolak kenaikan harga BBM, lantaran akan menurunkan daya beli yang saat ini sudah turun sebesar 30 persen.

Kemudian, menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi atau UMP DKI Jakarta 2023 sebesar 10-13 persen, serta menuntut Menolak Undang-undang Omnibus Law Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja atau UU Cipta Kerja.

"Oleh karena itu, KSPI dan Partai Buruh DKI JAKARTA meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan juga DPRD Provinsi DKI Jakarta mendukung tiga tuntutan kami tersebut dan membuat surat Rekomendasi kepada Pemerintah Pusat maupun DPR RI," ucap Ketua Perda KSPI DKI Jakarta, Winarso dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Bikin Rakyat Tercekik, Buruh dan Mahasiswa Geruduk Istana Bawa 5 Tuntutan

PDIP Depok Bela Sekjen Partai yang Tolak Kritik Kenaikan BBM Walkot Idris:Bukan Sikap Bijak Pemimpin

Selain itu, Winarso mengungkapkan unjuk rasa buruh ke kantor Anies Baswedan hari ini merupakan agenda lanjutan aksi yang sebelumnya sudah dilakukan Senin (12/9/2022).

Bila tuntuan di depan kantor Anies Baswedan tak digubris, massa buruh mengancam bakal menggelar aksi nasional di depan Istana Negara pada 4 Oktober 2022.

"Kami buruh DKI Jakarta menegaskan, jika tuntutan kami tidak didengar dan tidak didukung, maka kami akan merencanakan aksi Nasional didepan Istana Negara pada tanggal 4 Oktober 2022 dengan melibatkan Buruh se-DKI, Jawa Barat dan Banten," ungkapnya.

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved