Anies Baswedan Targetkan Luas Kawasan Permukiman Kumuh di Jakarta Berkurang 2,26 Persen

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan luas kawasan permukiman kumuh di Jakarta berkurang hingga 2,26 persen di tahun 2026 mendatang.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berada di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan - Anies Baswedan menargetkan luas kawasan permukiman kumuh di Jakarta berkurang hingga 2,26 persen di tahun 2026 mendatang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan luas kawasan permukiman kumuh di Jakarta berkurang hingga 2,26 persen di tahun 2026 mendatang.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Tahun 2023-2026.

"Pada tahun 2022 masih terdapat 225 RW kumuh atau 11,29 persen dari luas total Jakarta. Pada tahun 2026, persentase luas kawasan permukiman kumuh ditargetkan berkurang menjadi 2,26 persen," bunyi RPD tersebut dikutip TribunJakarta.com, Jumat (23/9/2022).

Dalam RPD tersebut disebutkan bahwa penataan kawasan kumuh perkotaan menjadi salah satu isu prioritas terkait permukiman.

Pada tahun 2019, masih terdapat 14,4 persen rumah tangga kumuh perkotaan di Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Anies Baswedan Pantang Nyerah, Sempat Ditentang DPRD, Kini Program Andalan Diwariskan ke Penerusnya

Namun, bila merujuk pada hasil kajian Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, di tahun 2017 menyatakan terdapat 445 RW di ibu kota yang terkategorisasi kumuh.

"Hingga tahun 2022 penanganan terhadap RW Kumuh telah dilakukan terhadap 220 RW, sehingga menyisakan 225 RW," lanjut isi RPD.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved