Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Harus Waspada! Curacao Pernah Nyaris Permalukan AS di Depan Publik Sendiri
Dari 23 pemain Curacao yang dibawa ke Indonesia, sebanyak 21 pemain adalah jebolan atau sedang bermain di Liga Belanda.
Penulis: Abdul Qodir | Editor: Acos Abdul Qodir
TRIBUNJAKARTA.COM - Timnas Indonesia perlu mewaspadai permainan Curacao yang akan jadi lawan dalam laga FIFA Matchday di Stadion GBLA, Sabtu (24/9/2022) malam ini.
Laga kedua Timnas Indonesia vs Curacao bakal digelar di Stadion Pakansari, Selasa (27/9/2022) mendatang.
Laga Timnas Indonesia vs Curacao bakal jadi kesempatan buat Garuda Nusantara untuk memperbaiki ranking FIFA.
Sebenarnya, seberapa kuat timnas Curacao?
Meski namanya masih asing di telinga masyarakat Indonesia, rupanya negara kecil di Karibia yang baru lepas dari Antilles Belanda pada 2010 ini memiliki timnas yang kuat hingga pernah nyaris mempermalukan timnas Amerika Serikat saat Piala Emas Concacaf 2019 lalu.
Meski negara kecil dan berdaulat, Curacao masih di bawah pengaruh Kerajaan Belanda.
Baca juga: Timnas Indonesia Vs Curacao, Shin Tae-yong Tak Gentar Rangking FIFA Sang Lawan
Curacao pun baru menjelma menjadi negara baru, setelah memisahkan diri dari Antilles Belanda, 10 Oktober 2010 lalu.
Negara kecil di Karibia ini hanya memmilki luas 444 km atau dua kali wilayah Kota Bogor.
Penduduknya 155 ribu orang atau jika dikumpulkan bisa ditampung di Stadion Narendra Modi di Ahmedabad, India.
Tapi, dalam konteks sepakbola, mereka negara hebat. Jika ungkapan klasik di kita masih sulit mencari 11 pemain dari 275 juta penduduk, mereka memiliki tim yang kuat.
Tak sulit bagi Curacao menemukan 11 pemain dari 155 ribu warganya.
Kini, mereka menempati peringkat ke-84 World FIFA Ranking. Hampir dua kali lipat di atas posisi Indonesia yang 155.
Jika sebagian orang menilai peringkat FIFA bisa saja bias, maka tanyalah kepada Gregg Berhalter, bagaimana kekuatan Cucarao. Berhalter adalah pelatih timnas Amerika Serikat di Piala Emas Concacaf 2019 lalu, turnamen terakhir yang diikuti Cucarao.
“Kalian ingin kami habis-habisan dan mengalahkan mereka 5-0. Tapi kami tahu, ini akan jadi pertandingan yang berat. Mereka tahu tak ada lagi esok hari jika mereka kalah,” ujar Gregg, seperti dikutip dari laman resmi PSSI.
Baca juga: Dipercaya Thomas Doll Masuk Tim Utama di Persija, Kini Ferrari Dipromosi ke Timnas Senior Indonesia
AS adalah lawan Curacao di perempat final Piala Emas Concacaf 2019 itu.
Mereka beruntung, main di hadapan publik sendiri dan memiliki kiper Zack Steffen.
Sang kiper sampai empat kali melakukan penyelamatan gemilang dari gempuran pemain Cucarao.
Kalau tidak, Curacao sudah melaju ke perempat final. Curacao hanya kalah tipis 0-1.
Remko Bicentini, pelatih Curacao yang saat itu juga menangani timnas di Piala Emas Concacaf, bangga dengan performa pasukannya. Bukan hanya nyaris mengalahkan AS –yang akhirnya maju ke final sebelum dikalahkan Meksiko, tapi juga karena penampilan di penyisihan grup.
Jika di edisi sebelumnya, 2017, Curacao selalu kalah dan tak mencetak sebiji gol pun, kali ini mereka lolos ke perempat final tanpa kebobolan satu gol pun.
Timnas Curacao memiliki pemain bagus.
Dari 23 pemain Curacao yang dibawa ke Indonesia, sebanyak 21 pemain adalah jebolan atau sedang bermain di Liga Belanda.
Sebagian adalah yang lahir di Negeri Dam itu. Tak heran, sebagian di antara mereka berkiprah di klub-klub Belanda.
Ada yang main di level tertinggi, Eredivisie, ada pula yang di bawahnya.
Satu yang kian bersinar adalah bek Quilindschy Hartman yang bermain di tim utama Feyenoord Rotterdam, tiga klub terbaik Belanda.
Sayang, Fayeboord tak melepasnya melakukan debut bersama Curacao di Indonesia karena masih harus memulihkan cedera.
Baca juga: Shin Tae-yong Mencak-mencak, Pemain Timnas Indonesia Dibuat Kelabakan Persija: Sangat Disayangkan
Tak sedikit pula yang merumput di liga-liga lainnya di Eropa.
Dua bersaudara Leandro dan Juninho Bacuna main di klub Inggris. Leandro main di klub kasta tinggi semisal Aston Villa, Reading, dan Cardiff City.
Juninho memperkuat Birmingham City.
Timnas mereka juga dibangun pelatih-pelatih hebat.
Tentu dengan memanfaatkan koneksi Belanda. Dua nama terkenal pernah menukangi: Guus Hiddink dan Patrick Kluivert. Hiddink, salah satu pelatih terbaik Belanda, bahkan menjadikan Curacao sebagai tim terakhir yang dia tangani sebelum pensiun.
Dengan kondisi seperti itu, tak ada alasan “mengecilkan” makna uji coba timnas lawan Curacao ini.
Bagi timnas Indonesia, pertandingan internasional ini memiliki dua makna yang penting.
Pertama, tentu saja sebagai ajang mengasah kemampuan tim yang disiapkan menghadapi Piala Asia 2023 yang lokasi penyelenggaraan belum dipastikan.
Mengasah kemampuan dan kekompakan pemain penting dilakukan melalui pertandingan.
Selain mendapatkan pengalaman internasional lebih banyak, duel ini juga jadi kesempatan bagus bagi Pelatih Shin Tae-yong menyigi kekurangan dan memperbaiki kualitas kemampuan timnya.
Menyiapkan tim yang lebih bisa “berbunyi” di Piala Asia 2023 yang bisa saja digelar di Indonesia, adalah tugas Shin Tae-yong.
Dia dan timnya butuh pertandingan-pertandingan uji coba seperti ini.
Selain itu, pertandingan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak posisi timnas Indonesia dalam daftar peringkat FIFA.
Tak perlu terlalu muluk mencapai peringkat ke-76 seperti pada September 1998, masuk 100 besar saja sudah patut kita syukuri.
Baca juga: Dibangga-banggakan Gubernur Anies Baswedan, JIS Ternyata Tak Layak Gelar FIFA Matchday
Peringkat FIFA, bagaimanapun, memiliki arti cukup penting.
Bukan sekadar menjadi tolok ukur posisi tim nasional, tapi juga jadi penentu setiap mengikuti turnamen.
Di setiap turnamen-turnamen resmi FIFA, pengundian dilakukan melalui pot-pot yang berdasarkan peringkat timnas.
Di Piala Asia 2023, misalnya, timnas dipastikan akan menghadapi lawan-lawan berat di penyisihan grup.
Sebab, Indonesia masuk dalam pot 4. Itu karena pasukan Shin Tae-yong memiliki peringkat FIFA ke-155, paling rendah di antara 23 tim lainnya.
Last but not least, dua laga internasional timnas Indonesia vs Curacao kali ini adalah kesempatan bagi penggemar tim nasional mengobati rindu menyaksikan penampilan tim kesayangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Skuad-timnas-Curacao-di-CONCACAF-Gold-Cup-2019.jpg)