Gubernur Anies Turunkan Target Rumah DP 0 Rupiah: Dari 10 Ribu Jadi 9.081 Unit hingga 2026

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turunkan target pembangunan hunian DP 0 rupiah.

Kolase Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turunkan target pembangunan hunian DP 0 rupiah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turunkan target pembangunan hunian DP 0 rupiah.

Tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Tahun 2023-2026, target rumah DP 0 rupiah  menjadi 9.081 unit.

Padahal target yang ditetapkan dalam revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), ditetapkan sebanyak 10 ribu rumah DP 0 rupiah.

"Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah mendorong para pelaku pembangunan untuk menyediakan hunian terjangkau dari segi harga jual bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dengan potensi penyediaan hunian sebanyak 9.081 unit yang dibangun oleh BUMD dan Swasta/BUMN," bunyi RPD tersebut dikutip TribunJakarta.com, Minggu (25/9/2022).

Selama ini, hunian atau rumah DP 0 rupiah merupakan janji kampanye Gubernur Anies Baswedan saat Pilgub 2017 lalu.

Baca juga: Kabar Baik, Calon Penghuni Rumah DP 0 Rupiah Bakal Dapat Fasilitas Kredit Bank DKI

Namun, dalam RPD tersebut dijelaskan ada kendala sehingga targetnya diturunkan.

Padahal beberapa langkah untuk mendukung pelaksanaan kebijakan DP Nol Rupiah ini sudah dilakukan, diantaranya pengadaan tanah melalui kewajiban pihak ketiga, kerjasama business to business, BUMN, BUMD, Swasta.

Kemudian penganggaran dana fasilitas pembiayaan pemilikan rumah, kebijakan batasan harga jual rumah untuk masyarakat yang mengakses fasilitas pembiayaan pemilikan rumah.

Kerja sama dengan bank pelaksana penyaluran kredit/ Fasilitas Pembiayaan Pemilikan Rumah, serta pembentuk BLUD yang bertugas mengelola dana perumahan program DP Nol Rupiah.

"Namun demikian, dalam hal penyediaan hunian masih terdapat kendala dalam penyiapan lahan oleh pelaku pembangunan sehingga tahapan proses pembangunan berpotensi mundur. Dengan menimbang status lahan yang sudah clean and clear, diharapkan terjadi akad kredit sebanyak 2.000 unit," lanjut bunyi RPD itu.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved